Advertisement

Ini 4 Tantangan Produsen Air Minum Dalam Kemasan

Media Digital
Jum'at, 25 Februari 2022 - 17:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ini 4 Tantangan Produsen Air Minum Dalam Kemasan Ilustrasi minum air kemasan - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia berkembang pesat. Sebagai pionir industri AMDK, AQUA berbagi tips dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Seperti apa?

CEO Danone Indonesia, Connie Ang menjelaskan terdapat empat hal menjadi fokus utama bisnis AMDK yang saat ini dilakukan. Mulai dari menjaga sirkularitas sumber daya air, mitigasi perubahan iklim, dan pengelolaan sampah kemasan paska konsumsi hingga pemberdayaan masyarakat.

1. Menjaga SDA Berkelanjutan

Dalam menjaga sirkularitas dan keberlanjutan sumber daya air, hingga saat ini perusahaannya telah melakukan berbagai inisiatif untuk tetap menjaga kualitas dan kuantitasnya. Aqua tercatat menanam lebih dari 2,5 juta pohon, membangun lebih dari 1.900 sumur resapan, membangun lebih dari 81.000 biopori, membangun fasilitas panen hujan, serta mengembangkan 19 Taman Keanekaragaman Hayati baik di dalam area pabrik ataupun diluar area pabrik.

"Kami terus memegang prinsip tersebut, dengan membangun model pertumbuhan bisnis yang seimbang, menguntungkan, dan berkelanjutan yang menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan," kata Connie melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (25/2/2022).


2. Mitigasi Perubahan Iklim

Untuk membantu mitigasi perubahan iklim, Danone-AQUA juga mengembangkan program pengurangan jejak karbon dengan mendorong penggunaan energi terbarukan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen untuk menjadi perusahaan dengan Emisi Nol atau Netral Karbon dalam seluruh rantai pasok perusahaan pada tahun 2050. 

"Kami berkomitmen menggunakan 100% energi listrik terbarukan pada tahun 2030. Selama periode 2019-2020, kami berhasil mengurangi jejak karbon sebesar 157, 597 ton CO2," katanya.


3. Pengelolaan Sampah Plastik

Connie mengatakan pihaknya berupaya untuk terus mengelola sampah kemasan paska konsumsi dan berperan aktif dalam mendukung target pencapaian pemerintah dalam hal pengelolaan sampah. Melalui Gerakan #BijakBerplastik yang diluncurkan sejak 2018, merupakan gerakan untuk mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang di gunakan. 

Pihaknya menggunakan 100% kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali ataupun dapat terurai, serta meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam kemasan menjadi 50% pada tahun 2025. 

"Melalui berbagai inisiaif dan kolaborasi hingga saat ini, kami telah berhasil mengumpulkan lebih dari 13.000 ton plastik setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit yang tersebar di Indonesia, Bank Sampah, serta Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST)," katanya.

Advertisement

4. Pemberdayaan Masyarakat


Pemberdayaan masyarakat dan komunitas juga menjadi fokus Danone-AQUA. Hingga saat ini telah tercatat lebih dari 318 hektar lahan yang telah dikonversi menjadi pertanian ramah lingkungan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat serta menjaga kualitas dan kuantitas air. Perusahaan ini juga mengembangkan program AQUA Home Service (AHS) yang telah memberdayakan lebih dari 8.000 ibu rumah tangga dan keluarga di Indonesia serta meningkatkan iklim usaha kecil dan menengah melalui program DAMPING yang telah menjangkau lebih dari 500 penerima manfaat.


“Selain terus menjaga komitmen besar kami untuk melestarikan ekosistem dan alam Indonesia. Melalui berbagai inovasi, seluruh produk telah memiliki standar kualitas yang tinggi dan melalui lebih dari 400 parameter cek kualitas untuk menjaga kemurnian dan kualitas terbaik hingga ke tangan konsumen," tutup Connie. *

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Anggota DPRD Bantul Ditangkap Polisi, Inisial ESJ

Bantul
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement