Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Wilis Punto Prastowo (kanan)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN--Hyatt Regency Yogyakarta resmi memiliki sosok general manager baru.
Dalam acara Going Away & Welcoming Party yang digelar pada Rabu (25/5/2022), Wilis Punto Prastowo resmi menggantikan posisi Nurcahyadhi sebagai General Manager Hyatt Regency Yogyakarta.
Dalam acara tersebut, Nurcahyadhi yang telah memimpin Hyatt Regency Yogyakarta selama 12,5 tahun menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan resort ini kepada Wilis dan didampingi oleh Marco Groten selaku Area Vice President Hyatt Indonesia.
BACA JUGA: Qhomemart Tawarkan Keramik Murah Rp15.000
Acara tersebut juga dihadiri oleh Peter Stettler selaku perwakilan dari owning company Hyatt Regency Yogyakarta, yakni PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk, rekanan dari lembaga pemerintahan, korporasi, vendor hingga media dan member golf.
Wilis adalah seorang hotelier senior dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Dia mengawali kariernya di bidang perhotelan di salah satu hotel bintang lima di Bali pada 2001 sebelum akhirnya bergabung di Hyatt Regency Surabaya 17 tahun yang lalu sebagai Credit Manager.
Sejak saat itu kariernya di finance department terus menanjak hingga menempati posisi Director of Finance. Bahkan selama dua tahun terakhir dia berhasil menduduki posisi Hotel Manager di Grand Hyatt Jakarta.
Pria asli Denpasar ini merupakan lulusan Teknik Geologi UGM dan Magister Manajemen UGM. Kendati tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang perhotelan, Wilis mengaku senang menjadi hotelier karena pekerjaannya yang dinamis dan bisa bertemu dengan banyak orang dengan karakter dan asal yang beragam.
BACA JUGA: FIFGroup Gelontorkan Rp145 Juta untuk Pebengkel Muda
Dalam pekerjaan, pria pehobi badminton, tenis dan tenis meja ini memang dikenal sebagai pimpinan yang selalu berusaha menempatkan diri sebagai partner bagi seluruh timnya. Dengan begitu, dia berharap suasana kerja menjadi lebih akrab dan produktif.
Ditanya soal prestasi, Wilis justru merendah. Menurut dia, hal yang paling membanggakannya adalah ketika dia bisa menjadikan rekan kerjanya menjadi orang yang lebih baik.
"Artinya, saya ikut berperan meningkatkan kualitas anggota tim saya, baik dari segi pekerjaan maupun religiusitasnya. Karena dalam hidup dan bekerja, saya memiliki motto, selalu mencoba memberikan aura positif pada rekan kerja dan teman-teman saya," kata Wilis melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (2/6/2022).
Kini, menjadi nakhoda baru Hyatt Regency Yogyakarta, Wilis berharap bisa membawa Hyatt lebih berkontribusi untuk DIY. Dirinya juga berharap Hyatt Regency Yogyakarta bisa mempertahankan prestasi sebagai Indonesia’s Best Resort.
"Tentunya harapan saya ini tidak bisa tercapai tanpa dukungan segenap manajemen dan karyawan Hyatt Regency Yogyakarta," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.