Advertisement

2025, Kontribusi UMKM Perempuan Diprediksi Mencapai 135 Miliar Dolar AS

Newswire
Kamis, 22 September 2022 - 13:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
2025, Kontribusi UMKM Perempuan Diprediksi Mencapai 135 Miliar Dolar AS Raras Soetoro (kiri) menerima penghargaan saat mewakili BRI dalam pameran Bumi Berdaya di Hotel Inna Malioboro pada Desember 2021. - Harian Jogja - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-Kontribusi dari 64 persen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar 135 miliar dolar AS. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo. 

“Peran perempuan sangat sentral, tak hanya dalam lingkup keluarga, tapi juga dalam masyarakat. Bahkan, peran perempuan sangat penting bagi perkembangan ekonomi nasional,” kata Angela dalam kick-off AKSI (Akselerasi Bisnis) Perempuan yang diadakan Stellar Women dan Tjufoo di Jakarta, Kamis.

Meskipun ada potensi kontribusi dari pelaku usaha perempuan, lanjutnya, namun masih banyak tantangan yang mereka hadapi terkait akses permodalan. Hanya 2,3 persen startup yang dipimpin perempuan yang memperoleh pendanaan.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Karena itu, Angela menilai langkah AKSI Perempuan sudah menunjukkan keberpihakan terhadap perempuan dengan memberikan peningkatan kapasitas dan kualitas. Hal tersebut sangat diperlukan terutama dalam mempersiapkan pelaku usaha menghadapi era digitalisasi yang kian terakselerasi akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Tahun Depan, Setiap Kelurahan di Jogja Dapat Rp15 Juta Untuk Kelola Sampah Organik

“Sekarang ini, semuanya sudah serba digital. Kita belanja, bekerja, belajar, dan berinteraksi, semua serba online, sehingga para pelaku usaha tak terkecuali pelaku usaha perempuan perlu beradaptasi dan berinovasi dengan teknologi,” ungkap dia.

Kini, Indonesia juga sedang menghadapi kondisi global yang penuh ketidakpastian sehingga memberikan dampak terhadap ekonomi nasional.

Pada era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), Wamenparekraf mengharapkan generasi produktif bisa lebih dinamis dan inovatif ketika menghadapi perubahan yang cepat dan kompleksitas yang tinggi.

“Besar harapan saya kita bisa terus bekerja sama dalam membangun sumber daya manusia di Tanah Air dengan pemikiran yang lebih jangka panjang, memasukkan unsur-unsur ESG (Environmental, Social and Governance), namun tetap bisa menjaga kinerja jangka pendek yang tanggap terhadap situasi ekonomi dan geopolitik hari ini,” ucap Angela.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Peringatan BMKG: Waspada! Ada Siklon Tropis Noru di Pantai Selatan DIY

Jogja
| Jum'at, 30 September 2022, 06:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement