Advertisement
Penerbangan Internasional di YIA Bertambah Banyak Mulai Oktober, Ini Dia Rutenya

Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO — Penambahan sejumlah rute penerbangan internasional di YIA dijadwalkan mulai berlaku Oktober. Rute penerbangan Malaysia akan bertambah, sedangkan rute penerbangan ke Singapura juga bakal segera menyusul.
General Manager YIA, Agus Pandu Purnama menerangkan sejumlah penerbangan internasional bakal bertambah di YIA Oktober nanti. Penerbangan Internasional yang sudah berjalan saat ini adalah rute ke Kuala Lumpur menggunakan Air Asia.
Advertisement
Selama ini penerbangan Air Asia ke Kuala Lumpur berjalan dua kali dalam sepekan, pada Jumat dan Minggu. Mulai 1 Oktober, Air Asia rute tersebut akan menambah penerbangan menjadi empat kali dalam sepekan. "Jadi dalam satu pekan itu dilaksanakan [penerbangan] empat kali ke Kuala Lumpur," kata dia, Jumat (23/9/2022).
Informasi penerbangan internasional lainnya muncul dsri rute tujuan Singapura. Pandu menjelaskan bila Scoot Tiger Air akan melakukan penerbangan ke YIA di 15 Oktober nanri. Penerbangannya akan dilakukan sepekan dua kali pada Senin dan Sabtu. Penambahan penerbangan internasional ke Singapura ini diturunkan Pandu akan disambut oleh masyarakat. "Insyaallah doakan tanggal 15 ini sudah dimulai, bahkan dari pihak manajemen Scoot sendiri sudah menjual tiket. Harganya berkisar antara Rp600.000 sampai Rp1 juta," ucap dia.
BACA JUGA: Sederet Hiburan Iringi Peluncuran Petite Gold Semar Nusantara
Selain Air Asia dan Scoot Tiger Air, Pandu menjelaskan YIA juga tengah menjalin koordinasi dengan Malaysia Air. Maskapai ini juga berencana melaksanakan rute penerbangan Kuala Lumpur ke YIA dan kembali lagi ke Kuala Lumpur. "Ini sedang melaksanakan perizinan ke Kementerian. Tetapi perkiraannya ada di Oktober juga, perkiraannya untuk Malaysia Air," jelasnya.
Dijelaskan Pandu, rute penerbangan ke Malaysia ini cukup banyak diminati. Malahan sebagian penumpang memanfaatkan rute ini untuk perjalanan umrah. "Cukup tinggi, okupansi 70, cukup tinggi. Bahkan ada yang juga sebagian yang memanfaatkan rute tersebut untuk umrah. Jadi umrah melalui Kuala Lumpur," tandasnya.
Sementara untuk rute penerbangan internasional lainnya sedang berpogres adalah penerbangan internasional ke Turki. "Itu sedang berprogres saya belum bisa memberikan informasi yang pasti, tetapi ini dalam progres," lanjutnya.
Selain penerbangan internasional, beberapa rute domestik via YIA pun disinyalir bakal bertambah. Untuk memadahi sejumlah rute domestik yang beroperasi pada malam hari, YIA menambah jam operasional bandara yang kini hingga pukul 21.00 WIB. Penambahan operasional jam ini sudah mulai berlaku sejak 1 September lalu.
"Saya rasa ini sesuai dengan permintaan maskapai domestik juga. Karena di bulan-bulan ini juga ada penambahan [rute] kalau tidak salah ke Banjarmasin untuk Lion Grup. Kemudian kami mengupayakan ada direct flight dari sini ke Lombok di malam hari. Makanya saya sudah menyiapkan sampai jam sembilan malam," jelasnya.
Hingga akhir September ini, jumlah rata-rata penumpang di YIA disebutkan Pandu berkisar di angka 8.000 penumpang per hari. Sementara dari jumlah penerbangannya rata-rata 64 per hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
- InJourney: Puncak Arus Balik di 37 Bandara di Indonesia pada 7 April 2025
- Tips Optimalisasi Memori iPhone 16
- Kebijakan WFA Buat Pergerakan Penumpang Kereta Lebih Merata
- Pemerintah Bakal Bangun Rumah Subsidi untuk Nakes, Guru, Nelayan, dan Wartawan
Advertisement

Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Cabai Semakin Pedas
- Tips Optimalisasi Memori iPhone 16
- Anggota DPR: Mudik 2025 Bukti Situasi Ekonomi di Indonesia Terkendali
- InJourney: Puncak Arus Balik di 37 Bandara di Indonesia pada 7 April 2025
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
- Kepala Penelitian AI Meta Mendadak Mundur, Meta Platforms Inc Berisiko Kesulitan Bersaing dengan Kompetitor
- Okupansi Hotel di DIY Turun 20% Dibandingkan Lebaran Tahun Lalu
Advertisement
Advertisement