Advertisement

JNE Ngajak Online UMKM untuk Naik Kelas

Abdul Hamied Razak
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 16:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
JNE Ngajak Online UMKM untuk Naik Kelas Puluhan pelaku UMKM di DIY mengikuti kegiatan JNE Ngajak Online UKM 2022 di Jogja Nasional Museum, Jumat (14/10 - 2022).

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Para pelaku UKM di DIY didorong untuk terus naik kelas dengan memanfaatkan digital marketing. Pengalaman bisnis online selama pandemi Covid-19 diharapkan bisa meningkatkan omzet penjualan para UKM di masa mendatang.

Kepala Cabang JNE Yogyakarta Adi Subagyo mengatakan untuk terus mendorong pelaku UKM berkembang dan naik kelas dengan pelatihan dan pembinaan sesuai kebutuhan saat ini. Mulai dari pelatihan digital marketing, packaging dan lainnya. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Inilah cara kami untuk merangkul dan mendorong para pelaku UKM untuk bisa terus berkembang. Kami support dengan program bersama UKM," katanya di sela kegiatan JNE Ngajak Online UMKM 2022 di Jogja Nasional Museum, Jumat (14/10/2022).

Adi mengatakan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi untuk mendorong UKM naik kelas. Selain kemampuan SDM, pelaku UKM terkendala masalah pemodalan dan market. Dari segi SDM, pihaknya pun mengarahkan pelatihan kepada generasi kedua. Adapun dari sisi produk, katanya, banyak kreasi produk UKM di DIY yang berkualitas.

Baca juga: Rumuskan RPJMD 2022-2027, Pemda DIY Libatkan Masyarakat

"Jadi anak-anak mudanya kami latih bagaimana terjun ke bisnis online. Untuk pemodalan kami support dengan program CSR dan market kami juga bantu agar mereka bisa menjual lebih jauh lagi. Kami punya jaringan dan aset digital yang bisa dimanfaatkan pelaku UKM," katanya. 

Untuk menumbuhkan entrepreneur baru, katanya, JNE membidik kalangan mahasiwa yang berada di DIY. Para mahasiswa ini, lanjut Adi juga didorong berfikir krearif dan memulai bisnis di Jogja agar lahir entrepreneur baru. "Mahasiwa kalau tidak punya produk bisa jadi reseller dulu. Kami bisa hadirkan itu. Termasuk ahli-ahli soal digital marketing," katanya. 

Menurut Adi, Jogja saat ini menjadi inkubasi bisnis yang dinilai potensial terutama bagi kalangan mahasiswa. JNE, lanjut Adi, memiliki ekosistem untuk mendukung lahirnya entrepreneur baru. "Kami bisa suport teman-teman mahasiswa. Kami bisa support mentornya, barangnya dan lainnya. Saat ini pelaku bisnis online paling banyak dari anak-anak muda," kata Adi.

Advertisement

Salah satu penerima manfaat program pendampingan JNE adalah sentra Rumah Abon di Jalan Veteran Warungboto, Umbulharjo, Jogja. Sentra UKM ini menerima bantuan finansial untuk pembelian alat-alat produksi abon. Sebelumnya produksi rumah abon yang dikerjakan oleh ibu-ibu warga sekitar Kelurahan Giwangan ini masih menggunakan peralatan konvensional. 

"Hal ini menyebabkan pengerjaan abon menjadi memakan waktu yang cukup lama yaitu sekitar empat hari untuk sekali produksi. Dengan adanya bantuan alat khususnya mesin spinner yang digunakan untuk mengeringkan bahan baku abon,” kata Branch Manager Rumah Zakat Yogyakarta, Warnitis.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Tekan Angka Stunting, BKKBN Libatkan Penyuluh Agama

Sleman
| Rabu, 30 November 2022, 22:17 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement