RS PKU Muhammadiyah Jogja Gelar Simulasi Kebakaran, Ini Tujuannya
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
GKR Bendara./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA — Jogja bersiap menggelar perhelatan akbar ASEAN Tourism Forum (ATF) yang akan digelar pada 2-5 Februari 2023. Kegiatan tersebut digelar menyusul kesuksesan Jogja menjadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum (ATF) tahun ini.
Ketua Pelaksana ATF 2023, GKR Bendara mengaku sudah menggelar rapat koordinasi untuk memastikan sinergi terbaik penyelenggaraan perhelatan ATF 2023.
"Pada prinsipnya 100 persen dukungan dan kesiapan masyarakat Jogja kami curahkan sepenuh hati dan tenaga untuk mensukseskan perhelatan akbar ini," katanya melalui rilis, Kamis (8/12/2022).
Untuk itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan destinasi pariwisata Indonesia untuk memanfaatkan momen penting ATF 2023 dengan turut berpartisipasi dan mendukung penyelenggaraan ATF 2023.
Salah satu agenda utama dalam ATF 2023 adalah Travel Exhance (Travex). Dia berharap agar kalangan industri pariwisata dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan pertemuan strategis ini dan dapat berpartisipasi di pertemuan business to consumerce (B2C) dan business to business (B2B).
BACA JUGA: Bulan Ini 200.000 Ton Beras Impor Tiba di Indonesia
Untuk mengoptimalkan dan memastikan persiapan dan penyelenggaraan terbaik, lanjut Bendara, Gubernur DIY, Sultan HB X membentuk lima kelompok kerja (pokja/co-chair) kepanitian penyelenggaraan ATF 2023.
Kelima pokja yang dibentuk tersebut terdiri dari Co-Chair 1 untuk Government to Government (G2G) Meeting & Conference; Co-Chair 2 untuk Travex & Exhibition; Co-Chair 3 untuk Function & Side Event; Co-Chair 4 untuk Amenities; dan Co-Chair 5 untuk Partnership dan Public Relations.
Infrastruktur
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo mengaku siap menjadi tuan rumah dan penyelenggara ATF 2023 pada 2-5 Februari 2023.
Berbagai persiapan saat ini dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan event ini pada waktunya nanti. "Sebagai bentuk dukungan utama untuk ATF 2023, Pemda DIY siap menghelat Royal Dinner untuk seluruh delegasi peserta ATF 2023," katanya.
DIY, lanjut Singgih memiliki kelengkapan sarana dan infrastruktur untuk penyelenggaraan ATF 2023 sesuai dengan kriteria ASEAN MICE Venue Standard.
Mulai dari Venue MICE Internasional di Jogja Expo Center (JEC) dengan total luas ruangan lebih dari: 10.000 meter persegi; Yogyakarta Internasional Airport yang memiliki penerbangan langsung dari negara ASEAN (Singapura dan Malaysia).
Begitu juga dengan akomodasi. Di DIY ada sekitar 168 hotel bintang, dengan total 16.293 kamar.
"Para delegasi juga akan disuguhi Indonesia Culinary Festival & Creative Economy Industries Exhibition yang memberikan kesempatan bagi komunitas UMKM untuk berpartisipasi. Warga DIY dan sekitarnya juga diundang untuk turut meramaikan ajang tersebut," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.