OJK Ungkap Perbankan Pangkas Target Laba di 2024, Ternyata Ini Penyebabnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah bank melakukan revisi dengan memangkas target laba pada 2024 ini.
Ibrahim Risjad/JIBI-Dok.
Harianjogja.com, JAKARTA—Risjadson Gruop berminat menjadi salah satu investor di proyek Ibu Kota Negara (IKN). Risjadson Brunsfield Nusantara (Konsorsium Nusantara) turut berinvestasi dalam proyek IKN dengan nilai investasi Rp41 miliar.
Perusahaan ini merupakan milik anak-anak pengusaha properti sukses di Indonesia, Ibrahim Risjad. Ibrahim Risjad meninggal dunia pada 2012 silam di Aceh dan mewariskan kerajaan bisnisnya kepada keturunannya.
Ibrahim Risjad pernah masuk ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan bisnis yang menggurita di berbagai sektor.
Pria kelahiran 2 Maret 1934, di Delima, Pidie, Aceh ini, mengawali pekerjaan sebagai penjahit di kota Aceh Timur. Ibrahim Risjad terjun di dunia kerja pada usia yang cukup muda. Pendidikan Risjad hanya sampai di bangku SMA.
BACA JUGA: Elektabilitas Ganjar dan Anies Tergantung Kinerja Jokowi
Sebelum sukses, Ibrahim Risjad mengawali pekerjaan sebagai seorang penjahit keliling. Pada 1954, dia mulai mencari peruntungan baru dengan bekerja sebagai pegawai swasta magang di sebuah perusahaan. Pertemuannya dengan Sudono Salim, yang awalnya pemilik CV Waringin, akhirnya membuat nasibnya berubah.
Padahal awalnya, Risjad adalah karyawan Sudono. Kemidian, dia diangkat menjadi direktur. Bersama dengan Sudwikatmono dan Sudono Salim, Risjad kemudian mendirikan perseroan terbatas. Perusahaan mereka diberi nama PT Waringin Kencana.
Seiring dengan pertumbuhan bisnis yang baik di bidang ekspor impor komoditi hasil Bumi, Risjad memutuskan untuk melakukan ekspansi ke bidang lain.
Dia pun masih terus berpartner dengan Sudwikatmono dan Sudono Salim serta mendapat tambahan anggota baru bernama Djuhar Susanto. Keempat pebisnis tersebut sering diberi julukan sebagai “The Gang of Four”.
Para pebisnis tersebut berhasil mendirikan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk, pada 4 Agustus 1975. Pabrik semen dengan kapasitas 500.000 ton per tahun yang mereka bangun berkembang dengan pesat. Keempatnya kemudian melakukan diversifikasi bisnis, yaitu dengan mendirikan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Pada 1988, Ibrahim Risjad menjadi inisiator pendiri PT Bank Risjad Salim International (Bank RSI). Ibrahim kemudian melatih anak-anaknya, Amirsjah dan Rizal, untuk turut bantu mengembangkan kerajaan bisnis keluarga di bawah Risjadson Group agar bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang.
Menurut Tatler Asia, kini grup tersebut memiliki 60 anak perusahaan yang bergerak di berbagai sektor mulai dari keuangan (perbankan, sekuritas), properti, industri aluminium, agribisnis (perkebunan kelapa sawit dan karet), industri kemasan film, dan industri kain ban. Grup ini juga turut mengembangkan bisnis di pembangkit listrik, industri petrokimia dan industri pulp dan kertas.
Tidak diketahui pasti berapa harta kekayaan keluarga Ibrahim Risjad. Selain menduduki kursi eksekutif di Kerajaan Risjad, Amirsjah juga telah mampu memegang jabatan tinggi di beberapa perusahaan yang memiliki saham di perkebunan besar, keuangan, dan energi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah bank melakukan revisi dengan memangkas target laba pada 2024 ini.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.