Advertisement

Harian Jogja

Hari Pertama ATF di Jogja, Sandiaga Klaim Terjadi Transaksi hingga Rp3 Miliar

Abdul Hamied Razak
Jum'at, 03 Februari 2023 - 22:17 WIB
Bhekti Suryani
Hari Pertama ATF di Jogja, Sandiaga Klaim Terjadi Transaksi hingga Rp3 Miliar Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bersama Ketua Pelaksana ASEAN Tourism Forum 2023, Gusti Kanjeng Ratu Bendara saat mengunjungi TRAVEX (Travel Exchange) dan Pameran Pariwisata Indonesia, UMKM Ekonomi Kreatif dan Festival Kuliner di JEC, Kamis (3/2/2023) - Ist/Dok panitia

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimistis penyelenggaraan ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 ini akan membawa hasil positif bagi Indonesia.

Kegiatan ATF diharapkan mampu pendongkrak target 7,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,4 miliar pergerakan wisatawan Nusantara.

Advertisement

BACA JUGA:  TelkomClick 2023: Kesiapan Kerja Karyawan dalam Sukseskan Strategi Five Bold Moves di Tahun 2023

Menteri Parekraf yang juga Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan ATF 2023 terbagi ke dalam dua acara utama yaitu TRAVEX (Travel Exchange) dan Pameran Pariwisata Indonesia, UMKM Ekonomi Kreatif dan Festival Kuliner.

TRAVEX yang berlangsung pada 3 – 5 Februari 2023 akan menjadi forum business to business (B2B) bagi para pelaku usaha pariwisata antara negara ASEAN, terdiri ASEAN NTOs, ASEAN Tourism Industries, Travel and Tourism Hospitality Industries, hotels & accommodation industries, TA/TO, serta pelaku MICE.

Sementara untuk business to customer (B2C) adalah Pameran Pariwisata Indonesia, UMKM Ekonomi Kreatif dan Festival Kuliner yang diikuti lebih dari 160 pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan industri pariwisata dari berbagai daerah tanah air sudah berlangsung mulai 2 hingga 5 Februari 2023.

“Saya diberitahu panitia [Pameran Pariwisata Indonesia, UMKM Ekonomi Kreatif dan Festival Kuliner] sudah terkumpul jumlah transaksi yang cukup signifikan, menembus angka Rp2 miliar sampai 3 miliar di hari pertama. Jadi ini akan memberdayakan begitu banyak UMKM dan menggerakkan ekonomi.” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/2/2023).

Untuk menggairahkan penjualan dalam Pameran Pariwisata Indonesia, UMKM Ekonomi Kreatif dan Festival Kuliner, Kemenparekraf bekerja sama dengan dunia usaha menggulirkan program gratis ongkir. Sehingga produk yang ada di pameran ini bisa dikirim ke seluruh negara ASEAN tanpa dipungut biaya pengiriman.

"Melalui pameran ATF diharapkan tidak hanya menampilkan dan mempromosikan destinasi pariwisata, tetapi juga keberagaman produk ekonomi kreatif," katanya.

Sejumlah pelaku usaha travel agent anggota ASITA DIY juga ikut serta pada ajang Travex ATF 2023 untuk mempromosikan pariwisata DIY untuk mendatangkan wisman. Beragam paket wisata di DIY ditawarkan seperti paket desa wisata, paket Candi Borobudur dan Candi Prambanan, paket kesehatan hingga sport tourism

"Selain desa wisata, sport and health tourism, juga gencar dipromosikan di Travex ATF 2023 ini. Meski diadakan oleh ASEAN, namun setidaknya paket-paket wisatanya diketahuinya oleh negara-negara di dunia," kata Ketua Asita Korwil Jawa Edwin Ismedi Himna.

Tidak hanya anggota ASITA DIY, sejumlah travel agent perwakilan dari beberapa daerah seperti Bali, Labuan Bajo dan lain-lainnya juga mengikuti kegiatan tersebut. Selain aktif melakukan promosi, katanya, pelaksanaan Travex ATF diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisman ke Indonesia khususnya ke DIY.

Perkuat MICE

Usai membuka secara resmi konferensi internasional Southeast Asia Business Event Forum (SEABEF) yang membahas isu-isu utama pengembangan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) di kawasan ASEAN dan Indonesia pada khususnya, Sandiaga mendorong lembaran baru dari MICE di kawasan ASEAN dan Indonesia.

Secara garis besar, kata Sandiaga, terdapat tiga poin pada isu utama yang diangkat selama SEABEF berlangsung, meliputi pembahasan sumber daya manusia, manajemen krisis, dan sustainability. Pelaksanaan SEABEF juga menjadi momentum untuk mencanangkan komitmen Indonesia terhadap green meeting. 

Forum ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pelaku industri MICE di tanah air dan juga ASEAN untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MICE di dalam kawasan. Sekaligus menjadikan ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan MICE berskala internasional.

Indonesia dikatakan Sandiaga berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor MICE sebagai salah satu penopang ekonomi nasional. Di antaranya dengan menyiapkan kemudahan perizinan (deregulasi) dalam perolehan izin penyelenggaraan kegiatan MICE. Selain itu juga menyiapkan desa-desa wisata sebagai lokasi penyelenggaraan MICE. 

"Kami akan terus berkomitmen untuk mengembangkan acara MICE di Indonesia dengan melakukan berbagai kolaborasi, dengan semua pemangku kepentingan. Kami percaya MICE mampu menciptakan kegiatan ekonomi, menciptakan investasi dan lapangan kerja," kata Sandiaga. 

Menparekraf Sandiaga juga mengajak pelaku industri MICE memperkuat komitmen untuk menghadirkan gelaran MICE yang memperhatikan isu-isu keberlanjutan. Di antaranya dengan mengajak peserta kegiatan MICE menghitung carbon footprint dan melakukan offset dengan kegiatan seperti penanaman pohon mangrove atau berkontribusi dengan melakukan kegiatan wisata yang ramah lingkungan.

BACA JUGA: Sejumlah Jalan di Sleman Diviralkan Netizen karena Rusak, Ini Respons Bupati Kustini

"Produk wisata ecotourism menjadi tone utama dalam menjalankan bisnis event dan MICE ke depan. Menjadi gold standard untuk menjadikan event-event ini memenuhi aspek keberlanjutan," kata Sandiaga. 

Saat ini, lanjutnya, ekonomi dunia sudah menunjukkan pertumbuhan positif setelah selama dua tahun terakhir terdampak akibat pandemi. Termasuk Indonesia yang ditunjukkan melalui berbagai capaian. Dalam catatan World Economic Forum (WEC), daya saing Indonesia dalam indeks pembangunan pariwisata dan perjalanan (TTDI) melompat 12 poin ke peringkat 32 dunia. 

Dalam hal kontribusi ekonomi, pariwisata dan ekonomi kreatif berhasil mendorong penciptaan 3,3 juta lapangan kerja baru. Melampaui target dari yang sebelumnya ditetapkan sebesar 1,1 juta. Namun demikian, untuk perkembangan dalam cakupan kawasan, Asia Tenggara masih tertinggal dari Eropa dan Amerika. 

"Karenanya dengan berada di sini, saya harap kita bisa mulai akselerasi dan mengejar ketinggalan dengan menghadirkan MICE berskala internasional," kata Sandiaga. (*)

BACA JUGA:  Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja
Baca Koran harianjogja.com

Advertisement

alt

Sepekan Ramadan Harga Bahan Pokok di Sleman Mulai Turun

Sleman
| Kamis, 30 Maret 2023, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Deretan Warung Sate di Seputaran Imogiri, Serbu Saat Buka Puasa!

Wisata
| Kamis, 30 Maret 2023, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement