Hadeging Pakualaman 214 Hadirkan Kethoprak Sejarah Pakualaman
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Kepala Kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Yogyakarta Irfan Noor Riza/Harian Jogja-Holy Kartika N.S.
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Yogyakarta menargetkan akan ada satu lagi emiten dari DIY yang menawarkan saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BEI Perwakilan Jogja Irfan Noor Riza.
Dia mengatakan jika berjalan dengan lancar, diharapkan perusahaan tersebut sudah go public pada akhir tahun ini. "Target kami insyaallah ada satu perusahaan UMKM lagi dari DIY yang mengikuti jejak untuk melantai di BEI," ucapnya, Jumat (28/4/2023).
Menurutnya perusahaan yang ditargetkan IPO tersebut adalah perusahaan UMKM yang bergerak di sektor consumer non-cyclicals dan bergerak dibidang perdagangan umum dan jasa.
"Melihat kondisi dan potensi yang ada saat ini dan ke depan, kami optimistis akan semakin banyak nantinya perusahaan-perusahaan dari DIY yang akan masuk dan ikut melantai di BEI," lanjutnya.
Baca juga: Angka Kunjungan di Desa Wisata Kulonprogo Meningkat Ketika Libur Lebaran
Emiten terakhir yang melantai di pasar modal dari DIY adalah sebuah perusahaan kelas UMKM bernama PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL). SOUL menjadi emiten ke tujuh dari DIY, yang mencatatkan sahamnya pada Januari 2023 lalu.
Sementara itu, BEI DIY mencatat terjadi penambahan 2.225 investor pada Maret 2023. Sehingga saat ini total ada 155.679 investor.
Secara lebih rinci pada Januari 2023 terjadi penambahan 1.024 investor, Februari 2023 sebanyak 4.245 investor, dan Maret 2023 sebanyak 2.225 investor, sehingga jika ditotal sepanjang Januari - Maret 2023 terjadi penambahan sebanyak 7.494 investor.
"Alhamdulillah jumlah investor per Maret 2023 mencapai 155.679 investor. Telah bertumbuh sebesar 26,07 persen dari posisi Maret 2022."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani diperiksa semalaman di Polresta Surakarta sebelum dibawa KPK ke Jakarta. Berikut kronologi lengkap OTT.
BMKG mengungkap dampak Siklon Tropis Bavi yang memicu potensi hujan lebat di Indonesia. Simak wilayah terdampak dan peringatannya.
KPK menangkap Bupati Sukoharjo bersama empat orang dalam OTT di Solo Raya. Status hukum akan ditentukan dalam 1x24 jam.
Peluncuran B50 disambut positif pengguna jalan. Warga berharap BBM lebih murah, ramah lingkungan, dan stok stabil.
KPK menangkap Bupati Sukoharjo dalam OTT terkait dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah. Status segera ditentukan.