Sri Sultan Ingatkan Digitalisasi Harus Permudah Pelayanan Publik
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta mencatat pada September 2023 terjadi penambahan 4.096 investor. Sehingga total investor DIY saat ini mencapai 174.081 investor.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan jika dibandingkan posisi tahun lalu, maka investor DIY tumbuh sebesar 24,28%. Dimana jumlah investor pada September 2022 sebanyak 140.068 investor.
"Jumlah investor di DIY per September 2023 adalah 174.081 investor. Selama bulan September 2023 bertambah 4.096 investor atau bertumbuh sebesar 2,41% dalam sebulan," paparnya, Selasa (10/10/2023).
Irfan optimis ke depan jumlah investor DIY akan tetap bertumbuh, apalagi Oktober ini adalah Bulan Inklusi Keuangan 2023. Selama Oktober 2023, BEI DIY bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY dan teman-teman yang tergabung dalam Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY akan bersinergi dan berkolaborasi menggiatkan edukasi.
"Meningkatkan pemahaman atau literasi masyarakat DIY terhadap produk dan layanan jasa keuangan khususnya pasar modal. Kami juga akan mendorong inklusi keuangan melalui penambahan jumlah rekening sehingga tercipta pertumbuhan investor pasar modal di DIY," jelasnya.
BACA JUGA: BEI DIY Targetkan Jumlah Investor Capai 175.000 di Akhir Tahun Ini
Secara rinci penambahan investor dari bulan ke bulan sepanjang 2023 yakni Januari 2023 sebanyak 1.024 investor, Februari 2023 sebanyak 4.245 investor, Maret 2023 sebanyak 2.225 investor, April 2023 sebanyak 2.001 investor, Mei 2023 sebanyak 3.934 investor, dan Juni 2023 sebanyak 2.131 investor.
Kemudian Juli 2023 sebanyak 3.300 investor, Agustus 2023 sebanyak 2.940 investor, dan September 2023 sebanyak 4.096 investor.
Sebelumnya dia menyampaikan penambahan investor pasar modal di DIY sudah merata dan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari dosen hingga tukang parkir.
"Di DIY, investor sudah mulai merata, dari dosen, mahasiswa, pengusaha, pedagang warmindo, bahkan pedagang angkringan sampai tukang parkir juga ada." tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.