Advertisement

BEI Yogyakarta: IHSG Bergejolak, Investor Lokal Justru Bertambah

Anisatul Umah
Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:47 WIB
Maya Herawati
BEI Yogyakarta: IHSG Bergejolak, Investor Lokal Justru Bertambah Foto ilustrasi perdagangan saham. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat naik turun akibat sentimen global dinilai masih dalam batas wajar, bahkan di tengah kondisi tersebut jumlah investor justru terus meningkat.

Fluktuasi pasar saham belakangan ini terjadi seiring tekanan geopolitik global, namun otoritas dan pelaku pasar menilai kondisi tersebut bukan sinyal krisis, melainkan bagian dari dinamika pasar.

Advertisement

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza, menyebut koreksi harga saham sesaat merupakan mekanisme penyesuaian yang lazim terjadi di pasar modal.

Ia menegaskan, meski terjadi ketidakpastian global, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja pasar modal bahkan mencatat tren positif. Sepanjang 2025, IHSG menguat sekitar 22,10 persen dan ditutup di level 8.644,26, sekaligus mencerminkan pertumbuhan kapitalisasi pasar dan penghimpunan dana yang signifikan.

“Pencapaian ini didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat, perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid sehingga IHSG bahkan mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2025,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Salah satu indikator penguatan pasar terlihat dari lonjakan jumlah investor domestik. Hingga akhir 2025, jumlah Single Investor ID (SID) tercatat mencapai 20,2 juta.

Irfan menilai meningkatnya peran investor lokal menjadi penopang penting stabilitas pasar di tengah gejolak global.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan juga menyiapkan langkah penguatan melalui delapan rencana aksi reformasi integritas pasar.

Langkah tersebut mencakup peningkatan batas minimal free float emiten, percepatan demutualisasi, penguatan transparansi kepemilikan saham, hingga penegakan hukum yang lebih tegas untuk melindungi investor.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia juga fokus meningkatkan kualitas emiten melalui pembinaan dan edukasi berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar modal yang lebih kredibel dan menarik bagi investor.

Irfan mengajak masyarakat, khususnya di DIY, untuk meningkatkan literasi keuangan sebelum mulai berinvestasi.

Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal resmi seperti aplikasi IDX Mobile, kanal YouTube Bursa, situs resmi BEI, hingga kelas Sekolah Pasar Modal di kantor perwakilan dan galeri investasi.

Ia juga mengingatkan agar investasi dilakukan secara bertahap, berjangka panjang, dan terdiversifikasi dengan pemahaman yang memadai.

“Tidak perlu takut dan ragu menjadi investor, pasar modal Indonesia menunggu partisipasi aktif masyarakat untuk tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menyebut konflik di Timur Tengah memang berdampak terhadap pelemahan pasar modal global, termasuk Indonesia.

Namun, ia menegaskan penguatan integritas terus dilakukan tidak hanya di pasar modal, tetapi juga di sektor perbankan dan industri keuangan nonbank.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tol Jogja-Solo Jadi Titik Terpadat Arus Mudik Tahun Ini, Ini Datanya

Tol Jogja-Solo Jadi Titik Terpadat Arus Mudik Tahun Ini, Ini Datanya

Sleman
| Sabtu, 28 Maret 2026, 10:57 WIB

Advertisement

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Wisata
| Kamis, 26 Maret 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement