Bansos Beras Mulai 17 Agustus, Bisa Diambil di Kopdes Merah Putih
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.
Ilustrasi pinjol - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Platform financial technology peer-to-peer (fintech P2P) lending PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) masih menunggu keterangan resmi dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) terkait dengan kasus dugaan korban bunuh diri nasabah AdaKami di Baturaja.
Sebagaimana keterangan yang disampaikan Kepolisian Resor (Kapolres) OKU Sumatra Selatan, Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss menyampaikan memang ada kasus bunuh diri dengan latar belakang masalah ekonomi, tetapi tidak ada berkaitan dengan pinjaman online (pinjol). Bahkan, Jonathan menuturkan hasil penyelidikan menunjukkan belum ada layanan ojek online atau pengantaran makanan melalui ojek online di wilayah tersebut. Adapun hingga saat ini, platform pinjaman online yang dinakhodai Bernardino Moningka Vega itu masih menunggu keterangan resmi atas investigasi yang dilakukan Bareskrim.
“Investigasi dipegang oleh Bareskrim. Jadi kami menunggu Bareskrim untuk membuat statement, jadi kami sejauh ini belum ada statement. Kami benar-benar menunggu dari Bareskrim,” kata Jonathan saat ditemui Bisnis.com di Jakarta, Sabtu (21/10/2023).
Baca Juga: Sempat Viral Dugaan Nasabah Adakami Bunuh Diri, Begini Kabar Terbaru dari OJK
Jonathan menyatakan AdaKami juga selalu menghubungi akun yang memviralkan kasus dugaan bunuh diri untuk meminta keterangan tambahan mengenai data dugaan korban bunuh diri yang beredar di media sosial X (dahulu bernama Twitter)
Pada saat pertemuan dengan perwakilan kuasa hukum akun viral tersebut, Jonathan mengatakan mereka belum bersedia memberikan informasi tambahan terkait kasus dugaan bunuh diri nasabah AdaKami. “Jadi memang belum ada konfirmasi apapun yang kita dapatkan. Tapi setiap hari kita selalu follow up untuk ajak ketemu lagi,” sambungnya.
Baca Juga: Biaya yang Dibayar Peminjam di AdaKami Besar tapi Tingkat Keberhasilan Pembayaran 99,83%
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menyatakan apabila berita viral mengenai korban bunuh diri yang diduga akibat tekanan debt collector (DC) AdaKami tidak terbukti atau merupakan berita palsu, maka asosiasi akan mengambil tindakan tegas terhadap pemilik akun.
“Hal ini penting untuk menjaga integritas industri. AFPI berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sehat industri fintech lending dengan meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terlayani, termasuk UMKM,” ujar Kus.
Adapun, Direktur Utama AdaKami Bernardino Moningka Vega mengatakan bahwa kasus tuduhan ini sudah diserahkan kepada Kepolisian untuk melakukan investigasi independen. Berdasarkan hasil investigasi internal AdaKami, perusahaan juga tidak menemukan profil yang sesuai dengan gambaran korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyebut 138 orang jadi tersangka karhutla dan 68 perusahaan telah disegel.