Jelang Nataru 2026, DIY Ajukan Tambahan Kuota Pertalite ke BPH Migas
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.
Suasana Jalan Malioboro./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan tren kunjungan wisata pada akhir 2022 sudah melebihi 2019 atau prapandemi. Dia berharap agar akhir tahun ini bisa sama dengan 2022 atau sedikit mengalami peningkatan.
Tidak dimungkiri, tahun politik menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Sebab masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) akan terjadi pada akhir tahun ini. "Harusnya iya [tren akhir tahun lebih baik] karena trennya kan di 2022 kemarin kan sudah melebihi 2019. Jadi saya harap paling situasinya hampir sama bahkan bisa meningkat sedikit [dari 2022]," ucapnya, Rabu (25/10/2023).
Antisipasi tahun politik menurutnya perlu dilakukan oleh teman-teman pelaku wisata. Diharapkan tidak sampai mengganggu sektor pariwisata. "Saya kira kita semua harus jaga kewaspadaan itu ya, di mana masa kampanye Nataru besok harus diantisipasi teman-teman sektor pelaku wisata."
Dia berpandangan sektor pariwisata ini fluktuatif sehingga ada peningkatan kunjungan meski masuk masa low season seperti saat ini. Dipengaruhi beberapa faktor seperti adanya beberapa event di DIY, kemudian para wisatawan kini bisa menyesuaikan waktu luang mereka.
"Mungkin dengan pola pembelajaran yang fleksibel, kemudian yang sudah kerja bisa work from anywhere saya kira ini bagian yang bisa merubah pola atau seasoning mereka untuk melakukan travelling. Kami sebagai destinasi wisata harus selalu siap untuk menerima kunjungan wisatawan," jelasnya.
BACA JUGA: Mengunjungi Museum Kegagalan Cinta, Punya Banyak Koleksi Benda Kenangan Mantan
Menurutnya ini menjadi sinyal bagus di industri pariwisata sebab wisatawan sudah tidak lagi mengelompok di satu periodesasi tertentu, namun bisa menyebar. "Kita lihat ya akhir tahun, biasanya sektor swasta yang banyak mendapatkan kemudahan. Mereka melakukan travelling, dari corporate swasta berikan peluang untuk bisa jalan-jalan dan ini harus kita tangkap."
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto mengatakan jika sampai terjadi kerusuhan dan tidak dapat dikendalikan dengan baik dampaknya wisatawan tidak akan berkunjung ke Jogja dan sekitarnya. Sebab dianggap kurang kondusif. "Menjadi kewajiban semua pihak untuk menjaga kondisi Jogja dan sekitarnya tetap kondusif dan aman terkendali."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.
Pemkab Pekalongan meminta mitra MBG patuh SOP, menjaga keamanan pangan, dan memperbesar penyerapan produk lokal dari petani hingga nelayan.
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026. Investasi asing dan produksi pabrik menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.