Advertisement
Dinkop UKM DIY Sebut Rasio Kewirausahaan DIY Sudah Mencapai 4%
(paling kanan) Kabid Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY, Wisnu Hermawan dan (paling kiri) Senior Lead Public Affairs Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan dalam diskusi 'Membangun Kemampuan Digital UMK yang Berdaya Saing dan Inklusif di Yogyakarta' di FBE UAJY, Rabu (31/01 - 2024). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) DIY menyebut saat ini capaian rasio kewirausahaan DIY sudah mencapai 4%. Capaian ini sudah di atas target nasional.
"Sebenarnya di pertengahan tahun, enam bulan pertama 2023 kami sudah mencapai 4 persen. Kami nomor dua setelah DKI ini cukup punya nilai tawar," ucap Kabid Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY, Wisnu Hermawan ditemui di sela-sela diskusi Membangun Kemampuan Digital UMK yang Berdaya Saing dan Inklusif di Yogyakarta di FBE UAJY, Rabu (31/01/2024).
Advertisement
Dia menjelaskan capaian ini menunjukkan banyak wirausaha tumbuh di DIY. Dinkop UKM DIY berharap agar ke depan semakin banyak wirausaha tumbuh di DIY.
"Secara agregat angka 4 persen ini sudah cukup sesuai dengan target Pemerintah Pusat. Capaian nasional masih di bawah 4 persen , besarannya 3 persen sekian, DIY sudah lumayan cukup bisa bersaing," jelasnya.
Setiap tahun ditargetkan tumbuh 10.000 wirausaha dengan dukungan dari semua pihak, tidak hanya Dinkop UKM. Menurutnya Dinkop UKM menjadi salah satu sektor yang punya kompetensi untuk mengkoordinir tumbuhnya wirausaha.
"Kami yakin, optimistis, target di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ataupun di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) wirausaha baru skala Jogja bisa terlampaui," lanjutnya.
Baca Juga
BPO DIY Gelar Seleksi Sentra Kewirausahaan Pemuda, Total Hadiah Rp126,5 Juta
Catat! 4 Fakta Kewirausahaan yang Perlu Anda Ketahui
Pemenang Sentra Kewirausahaan Pemuda Diminta Lebih Mengembangkan Sentra Usahanya
Lebih lanjut dia menjelaskan terkait dengan jumlah UMKM yang sudah melek digital, jika mengikuti logika pemerintah maka 340.000 UMKM yang sudah bergabung dengan Platform Digital SiBakul dianggap sudah melek digital. Berdasarkan Online Single Submission (OSS) sudah ada 130.000 UMKM, sementara berkaca dari prediksi BPS sudah ada sekitar 500.000.
"Hanya enggak semua UMKM kami berikan kebebasan masuk ke market hub, yang daftar SiBakul saja ada 50.000 yang lolos seperempatnya. Tidak semua lolos karena kami kurasi. Karena kalau masuk digital kami juga pertimbangkan keamanan produk."
Senior Lead Public Affairs Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan mengatakan dukungan selalu diberikan untuk digitalisasi UMKM, dengan melakukan pelatihan rutin ke daerah-daerah. Ada program kelas maju digital spesifik memberikan pembekalan dan pelatihan kepada para pengusaha di daerah.
"Kelas maju digital ada turunanya lagi kelas perempuan maju digital dispesifikan bagi ibu-ibu rumah tangga yang memang mau scale up supaya jadi pemilik usaha berskala nasional. Dan [program] beli lokal tujuannya supaya masyarakat di daerah beli dari sekitarnya. Utamanya pencarian di Jogja penjualnya di sekitar dulu, supaya pemerataan ekonomi digital," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mudik ke Gunungkidul Tahun Ini Diklaim Lebih Ramai dan Lancar
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Hari Ini, UBS dan Galeri24 Anjlok, Antam Stabil
- Harga Emas Turun Tajam Banyak Investor Mulai Beralih
- Harga BBM Tertekan Irlandia Siapkan Langkah Cepat
- Pasokan Solar untuk Petani Mulai Dibatasi di Inggris
- Arus Balik Lebaran BBM Tetap Tersedia, Antrean Mulai Normal
- Krisis Energi, Korsel Ketatkan Pembatasan Kendaraan di Hari Kerja
- Filipina Darurat Energi, Bergantung Batu Bara Indonesia
Advertisement
Advertisement





