Advertisement
Musim Liburan Akan Kerek Inflasi DIY Hingga Juni 2024
Ilustrasi inflasi - ekonomi / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kaprodi S3 Ilmu Ekonomi FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), Catur Sugiyanto mengatakan musim liburan akan mempengaruhi inflasi DIY pada Mei - Juni 2024. Sementara inflasi Juli-Agustus 2024 didorong oleh tahun ajaran baru, khususnya bagi perguruan tinggi di DIY.
Menurutnya, inflasi akan berlanjut karena terjadi peningkatan permintaan konsumsi. Seiring dengan lonjakan wisatawan ke DIY. Sumber inflasi dari transportasi, perawatan pribadi dan jasa lainnya mengkonfirmasi gejala tersebut. Kemungkinan sumber inflasi dari pendidikan, penyediaan makanan dan minuman seperti restoran akan naik.
BACA JUGA : Pakar Sebut Kenaikan UKT Bisa Kerek Inflasi DIY
Advertisement
"Mei - Juni akan menjadi bulan liburan, Juli-Agustus akan menjadi bulan tahun ajaran baru terutama bagi kampus di Jogja," ucapnya, Senin (27/5/2024).
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY, Ibrahim mengatakan ada potensi ekonomi di momen libur panjang karena banyak wisatawan yang berkunjung. Lonjakan wisatawan bisa mendorong konsumsi sehingga harus diimbangi dengan pasokan yang memadai.
Menurutnya, apabila bahan baku ke DIY kurang lancar saat terjadi lonjakan permintaan bisa berdampak pada inflasi. Supply dan demand, kata Ibrahim, harus seimbang, sehingga harga kebutuhan pokok tidak naik. "Ketika ada pent up demand itu kenaikan yang tiba-tiba maka akan terjadi inflasi," ucapnya.
Ibrahim menyebut BI DIY telah menyampaikan ke Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kota (Pemkot) pasokan kebutuhan di libur panjang harus diantisipasi.
BACA JUGA : Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Anak Bisa Berkurang Akibat Inflasi Tinggi
Ia menyebut di ada beberapa harga yang sulit dihindari kenaikannya, seperti tiket kereta api (KA), dan transportasi lainnya. Sebab ditambah seberapapun kapasitas tetap akan terjadi kenaikan. "Komoditas seperti transportasi tadi yang sulit," lanjutnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY inflasi secara bulanan atau (month-to-month/mtm) April 2024 sebesar 0,09%. Sementara inflasi secara bulanan di bulan-bulan sebelumnya, Maret 2024 sebesar 0,43%, Februari 2024 sebesar 0,39%, dan Januari 2024 mengalami deflasi 0,02%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







