Stasiun Yogyakarta Jadi yang Tersibuk, Layani 317.201 Penumpang pada Agustus
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Ilustrasi inflasi/ekonomi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Selain memicu gelombang protes, kenaikan UKT juga bisa berdampak pada lonjakan inflasi, khususnya di DIY.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo mengatakan kenaikan UKT berlaku untuk mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025. Dampaknya pengeluaran untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan naik sehingga bisa mengerek inflasi di sektor pendidikan. "Kenaikan 3-5x liptan tentu saja itu inflatoir atau mendorong inflasi," ucapnya, Jumat (24/5/2024).
BACA JUGA : Prabowo dan Nadiem Makarim Punya Pandangan Beda soal UKT
Ia menyebut seberapa jauh dampaknya masih perlu dihitung lagi, apakah produk jasa lainnya ikut naik atau tidak. Menurutnya kemungkinan dampak inflasinya dirasakan pada Agustus 2024, namun jika pembayarannya sudah dimulai Juni 2024 maka di bulan tersebut sudah berdampak.
Sri menduga dampaknya cukup signifikan, sebab porsi kenaikannya cukup besar. Kemudian setiap PTN kenaikannya juga berbeda, sehingga perlu dikroscek lagi. "Saya kira kalau enggak signifikan saya bilang cukup signifikan saya menduga cukup signifikan," ujarnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY pendidikan masuk ke dalam 11 kelompok pengeluaran yang berdampak pada inflasi. Secara tahunan atau (year-on-year/yoy) inflasi DIY April 2024 DIY sebesar 2,87%. Kelompok pengeluaran pendidikan mengalami inflasi 1,72% dengan andil pada inflasi 0,11%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan inflasi DIY April 2024 secara tahunan paling tinggi disumbang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau 7,23% dengan andil 1,96% dari 2,87%. Kelompok transportasi juga mengalami inflasi 1,91% yoy dengan andil 0,25%. "Berikutnya perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 3,85% andil 0,23%," kata Herum.
BACA JUGA : Geger UKT Mahal, Begini Respons Prabowo Subianto
Bank Indonesia (BI) DIY menilai biaya pendidikan khususnya perguruan tinggi berpotensi mengerek angka inflasi di DIY. Terlebih belakangan muncul wacana kenaikan UKT.
Kepala Perwakilan BI DIY, Ibrahim menyampaikan inflasi di bulan-bulan berikutnya pada kebutuhan akademi/perguruan tinggi harus diwaspadai. Dia mengatakan berdasarkan survei biaya hidup 2022, akademi/perguruan tinggi masuk 10 besar komoditas yang berpengaruh pada inflasi DIY.
Di Kota Jogja, akademi/perguruan tinggi ada di posisi ke-5 dengan bobot 3,41%; sementara di Gunungkidul ada di posisi ke-8 dengan bobot 2,11%. Menurutnya jelang tahun ajaran baru kebutuhan biaya sekolah akan naik. Belum lagi ada kabar kenaikan UKT. "Stabilnya inflasi yang ada di DIY ini harus tetap diwaspadai," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Jorge Martin merebut pole position MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring. Pembalap Aprilia itu mengungguli Marc Marquez dalam kualifikasi.
Kenali 13 tanda rem mobil bermasalah, mulai dari pedal terasa keras, bunyi gesekan, hingga jarak pengereman memanjang. Simak penyebab dan cara mengantisipasinya
Gemini milik Google mengakses sistem tiga perusahaan saat uji coba keamanan siber pada Mei 2026. Google menyatakan ketiga perusahaan telah diberi tahu.
Nama anak pertama Lady Gaga dan Michael Polansky terungkap. Bayi bernama Rose Bean Polansky lahir di Los Angeles pada 9 Juni 2026.
Kuasa hukum korban dugaan pemerkosaan eks santriwati di Sleman meminta perlindungan korban dan menyoroti tanggung jawab lembaga pendidikan.