Cegah Kekerasan, Kemenag DIY Minta Seluruh Pesantren Bentuk TPPK Sebelum Akhir 2026
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Ilustrasi student loan. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto meminta perbankan agar mengupayakan penagihan lebih intensif lagi menanggapi tingginya rasio non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah segmen UMKM di DIY. Per Juni 2024 mencapai 6,21% atau di atas ambang batas 5%.
Dia mengatakan peningkatan NPL UMKM pada Juni 2024 salah satunya disebabkan karena dampak berakhirnya stimulus restrukturisasi kredit UMKM pada Maret 2024 lalu. Menurutnya OJK DIY sudah meminta kepada perbankan untuk menurunkan NPL menjadi maksimal 5%.
BACA JUGA : Gali Potensi Ekonomi Lokal, Pemkot Jogja Gelar Pameran Seloka
"Upaya yang dilakukan OJK meminta agar bank mengupayakan penagihan secara lebih intensif," ucapnya, Sabtu (7/9/2024).
Regional CEO BRI Yogyakarta, John Sarjono menyampaikan sampai dengan Juni 2024 BRI RO Yogyakarta telah menyalurkan kredit kepada UMKM lebih dari Rp61 triliun atau 87% dari komposisi portofolio pinjaman yang dikelola. Ia menyebut dengan portofolio yang besar, BRI RO Yogyakarta mampu menjaga NPL UMKM pada angka 3,50%.
Menurutnya BRI meyakini berbagai bauran kebijakan dari regulator sebagai langkah yang baik dalam memelihara dan meningkatkan perekonomian, termasuk di dalam penerapan dan berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit dampak covid.
"Tentunya kami merespon hal tersebut secara rasional dan beberapa langkah strategis dengan tetap mempertimbangkan social value dan economic value," kata John.
BRI merespon dengan mengkonversikan menjadi langkah strategis dalam mengelola kualitas pinjaman. Dalam penyaluran pinjaman, BRI menerapkan asesmen atau screening yang terstruktur dengan baik, dan sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku.
Kemudian penerapan skim kredit yang sesuai dengan profil usaha nasabah. John mengatakan BRI terus mendampingi UMKM agar mampu mengembangkan usahanya dengan baik, dengan mengadakan berbagai pelatihan dan pembinaan UMKM termasuk membantu memperkuat ekosistem UMKM. Melalui layanan perbankan yang BRI berikan.
BACA JUGA : Kenalkan Potensi Lokal, Pemkab Magelang Gelar Semarak Gemilang Festival UMKM 2024
Selain itu juga mendorong UMKM agar bisa turut serta pada kegiatan-kegiatan business business matching baik berskala regional, nasional, maupun internasional. BRI RO Yogyakarta memiliki lebih dari 3.000 tenaga pemasar yang juga memiliki fungsi sebagai advisor.
"Dan berada dekat secara geografis dengan UMKM sehingga memudahkan dalam melakukan komunikasi dan sinergi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Dishub Kota Jogja memperketat pengawasan parkir selama WJNC 2026. Tarif tetap sesuai Perda, mulai Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Reza Arap menegur DJ Bravy dan Tepe di media sosial. Ia menyinggung joke tongkrongan yang dibawa ke publik dan star syndrome.
Kenali 5 keterbatasan Chromebook sebelum membeli, mulai dari aplikasi Windows, Microsoft Office, penyimpanan hingga perangkat eksternal.
Pelebaran Jalan Selokan Mataram Sleman belum tuntas karena pembebasan lahan. Sebanyak 11 bidang, termasuk sebagian Makam Santren Gejayan, disiapkan.
Kerja Ngejar Apa, Sih? tayang 12 November 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah persaingan masa probasi.