GAS Fest 2026 Hadirkan Panggung Lintas Genre, Dihadiri Ribuan Penonton
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyampaikan perlu pendekatan dari hulu ke hilir untuk menjaga potensi inflasi dampak dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto mengatakan di hulu peningkatan produktivitas terus didorong.
Seperti beberapa komoditas tertentu seperti beras, bawang merah, cabai, dan lainnya yang berkaitan langsung dengan inflasi. Ia mengatakan kemungkinan komoditas yang terdampak langsung adalah beras.
Menurutnya kebutuhan lain seperti telur ayam ras, daging ayam, daging sapi di DIY ada sebagian yang belum bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Sehingga bekerjasama dengan daerah lain.
"Apakah MBG secara langsung [dampaknya] yang langsung mungkin beras ya," ucapnya, Minggu (19/1/2025).
Kemudian di sisi hilir, BI DIY bersama dengan beberapa mitra berupaya melakukan proses peningkatan nilai tambah. Tidak mesti harus tinggi, tapi setidaknya meningkat. Misalnya cabai agar bisa dilakukan penyimpanan lebih lama dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu mahal.
BACA JUGA: Ini Upaya BI DIY Jaga Kelas Menengah Agar Tidak Turun Jadi Miskin
Ia menyebut hal yang sama juga berlaku untuk beras, sehingga petani tidak hanya menikmati dalam bentuk gabah kering, namun bisa ke beras. Ini beberapa upaya dihilir yang dilakukan.
"Kami mencoba cari cara, hilir seperti apa. Kami cari untuk sektor pertanian ini," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengatakan
Program MBG ditargetkan sentuh 15 juta penerima manfaat di 2025. Angka ini menjadi target minimal yang dipatok pemerintah bisa terlaksana di tahun ini.
"Pokoknya tahun 2025 ini targetnya minimal 15 juta penerima manfaat. Target minimal," paparnya.
Dengan target tersebut, jumlah titik pelaksanaan MBG diharapkan bisa bertambah setiap bulannya. Pada Juli atau Agustus nanti, ditargetkan minimal ada 5.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah terbangun. Bila satu SPPG mampu melayani 3.000 sasaran, maka di Juli atau Agustus nanti 15 juta penerima telah disasar MBG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.