Advertisement
IHSG Anjlok Setelah Reshuffle, BEI DIY Sebut Reaksi Jangka Pendek
Ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari setelah Presiden Prabowo melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. IHSG turun sebesar 1,28 persen pada 8 September 2025 dan pada 9 September 2025 IHSG kembali turun sebesar 1,78 persen. Turun dari posisi 7.867,348 pada 4 September 2025 menjadi 7.628,605 pada 9 September 2025.
BACA JUGA: KPK Usut Pelayanan Publik Lain di Kemenaker
Advertisement
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY, Irfan Noor Riza menjelaskan pergerakan pasar saham terdiri dari dua aspek utama, yakni fundamental dan persepsi. Menurutnya fundamental pasar modal Indonesia tetap kuat dan tidak berubah. Penurunan IHSG kali ini lebih dipicu oleh sentimen investor asing, bukan kelemahan mendasar ekonomi nasional.
"Kami lihat bahwa sebenarnya kepercayaan pasar asing tetap tinggi contohnya, indeks MSCI menambah jumlah emiten Indonesia sebagai indikasi kepercayaan tersebut tetap ada," ujarnya, Rabu (10/9/2025).
Dia menyebut koreksi IHSG kali ini dikaitkan dengan pergeseran persepsi pasar terhadap kebijakan pasca reshuffle, bukan disebabkan oleh krisis ekonomi atau kelemahan struktural. Irfan menyimpulkan bahwa reshuffle kabinet terutama peralihan Menteri Keuangan memicu reaksi pasar secara spontan, mempengaruhi IHSG secara jangka pendek.
Akan tetapi BEI melihat bahwa fundamental pasar tetap solid dan menarik, dengan dukungan faktor makroekonomi yang kuat. Sehingga menurut pengamatan BEI koreksi ini lebih bersifat reaksi perseptual jangka pendek.
"Jika kepercayaan terhadap kebijakan baru kembali pulih, IHSG kami yakini bisa berbalik naik kembali," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan reshuffle kabinet khususnya pada posisi Menteri Keuangan mempengaruhi kepercayaan pasar dalam jangka pendek. Investor bereaksi cepat karena kehilangan figur yang sudah dikenal kredibel. Hal ini tercermin dari koreksi IHSG kemarin.
Akan tetapi yang perlu ditekankan adalah fundamental pasar modal Indonesia tetap kuat. Dampak reshuffle biasanya hanya bersifat sementara. "Dan kepercayaan investor akan pulih kembali seiring arah kebijakan ekonomi dari tim baru yang konsisten dan pro stabilitas."
Sebelumnya, Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY), Y. Sri Susilo dalam jangka pendek pergantian ini akan berdampak pada pasar. Di mana IHSG dan Kurs rupiah akan bereaksi negatif.
"Saya percaya pada teori keseimbangan, pasar secara bertahap akan menyesuaikan diri dengan pejabat yang baru," tuturnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Sementara untuk Pemeriksaan Lanjutan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru, Konflik Iran-AS Dorong Lonjakan
- KAI Sediakan Pengering Payung dan Pembersih Sepatu di Stasiun
- Indonesia Tolak Syarat Drone AS dalam Perundingan Dagang
- Harga Bibit Ayam Naik, Peternakan Ayam Rp20 Triliun Segera Dibangun
- Harga Emas Sentuh Rp3 Juta, Ini Strategi Aman Bagi Investor Pemula
- Diskon Tiket Lebaran 2026 Disiapkan Pemerintah untuk Mudik
- Inflasi DIY Januari 2026 Diprediksi Melandai Usai Libur Nataru
Advertisement
Advertisement



