Advertisement
Mainan Jepang Jadi Magnet Wisata, Orang Dewasa Ikut Borong Koleksi
Foto ilustrasi tamagotchi, salah satu mainan dari Jepang yang populer. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Dari kartu koleksi hingga Tamagotchi klasik, mainan Jepang kini menarik perhatian orang dewasa dan wisatawan asing. Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya pop Jepang tetap relevan sekaligus mendorong pertumbuhan pasar mainan meski kelahiran anak menurun.
Dikutip dari Kyodo, Senin (15/9/2025), peningkatan itu rupanya didorong oleh permintaan dari orang dewasa.
Advertisement
"Citra konvensional mainan hanya untuk anak-anak telah mulai berubah, karena mainan telah menjadi hiburan bagi orang dewasa dan sarana ekspresi diri bagi mereka dalam beberapa tahun terakhir," kata Ekonomi Institut Penelitian Meiji Yasuda, Satsuki Kimura.
Adapun pasar mainan tumbuh 7,9 persen pada 2024 dari tahun sebelumnya menjadi 1,1 triliun yen atau sekitar Rp122,571 triliun (asumsi kurs per yen Rp111,47) yang diwarnai kartu (trading cards), souvenir karakter tertentu tumbuh sebesar 36 persen dari 10 tahun yang lalu menurut Asosiasi Mainan Jepang.
Mainan lainnya yakni Tamagotchi asli yang merupakan permainan video berbentuk telur kecil dan boneka binatang yang popular di kalangan orang dewasa di Jepang dan wisatawan asing.
BACA JUGA: Air Tanah Perkotaan Rentan Tercemar, Tak Semua Layak Jadi Air Kemasan
Kemudian pengeluaran orang dewasa untuk mainan pun meningkat khususnya untuk pasangan yang berkeluarga tanpa anak dengan pengeluaran meningkat 3,5 lipat menjadi 14.498 yen dari 2014. Angka itu meningkat dari 12.367 yen yang dibelanjakan rumah tangga dengan banyak anggota keluarga termasuk yang memiliki satu anak.
Kimura menambahkan bahwa mainan menjadi pilihan yang terjangkau bagi orang dewasa, pasalnya biaya untuk hobi dan hiburan di Jepang telah melonjak.
Sementara media sosial kini dimanfaatkan bagi perusahaan produsen mainan untuk mempromosikan produk, serta menjadi platform pengguna untuk berkomunikasi dan pelanggan memamerkan foto berjalan-jalan dengan boneka binatang.
"Tren ini menunjukkan bagaimana konsumen menemukan nilai bukan hanya pada objeknya, tetapi juga pada pengalaman atau hubungan dengan orang lain," tutup Kimura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 7 Januari 2026
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Konsumsi Pertamax Naik 3,5 Persen
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
Advertisement
Advertisement



