Advertisement
75 Persen Tiket Nataru Dibeli Lewat Access by KAI
Aplikasi pemesanan tiket kereta api online. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Digitalisasi layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) kian menguat. Selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, sebanyak 75 persen tiket kereta api dibeli pelanggan melalui aplikasi Access by KAI.
Dari total 4.179.095 pelanggan, sebanyak 3.432.968 orang memanfaatkan Access by KAI sebagai kanal utama pembelian tiket. Tren ini menegaskan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital KAI yang praktis dan terintegrasi.
Advertisement
Lonjakan pengguna layanan digital tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah pelanggan Nataru 2025/2026 yang naik 12,02 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, sekaligus mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi.
"Dari total 4.179.095 pelanggan, 3.432.968 di antaranya atau 75,12 persen melakukan pembelian tiket melalui Access by KAI," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Anne menyampaikan capaian itu menegaskan peran Access by KAI sebagai kanal utama pilihan masyarakat dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan digital KAI yang praktis, cepat, dan terintegrasi.
Menurutnya perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin digital terlihat jelas selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Dia menyebutkan angkutan Natal dan tahun baru saat ini yang mencapai 4.179.095 pelanggan, tumbuh 12,02 persen dibandingkan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 3.730.584 pelanggan.
Anne mengatakan Access by KAI dirancang sebagai pusat kendali perjalanan pelanggan, bukan sekadar aplikasi pembelian tiket.
“Access by KAI kami kembangkan untuk memudahkan pelanggan mengatur perjalanan secara mandiri, mulai dari pembelian, reschedule, hingga pembatalan tiket tanpa harus datang ke stasiun, sepanjang tiket terdaftar atas nama pribadi atau salah satu penumpang dalam kode booking,” jelas Anne.
Lebih dari itu, Access by KAI juga menghadirkan ekosistem layanan digital yang terintegrasi. Melalui satu aplikasi, pelanggan dapat mengakses berbagai layanan pendukung seperti pemesanan hotel, E-Porter, pembayaran listrik, hingga konektivitas antarmoda seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek.
“Ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi tentang bagaimana kami menghadirkan pengalaman perjalanan yang utuh dalam satu genggaman,” tambah Anne.
Sebagai bagian dari komitmen KAI terhadap keberlanjutan dan efisiensi layanan, Access by KAI juga dilengkapi dengan fitur Carbon Footprint serta pendaftaran face recognition boarding yang kini tersedia di 22 stasiun.
Fitur itu memungkinkan proses boarding berlangsung lebih cepat, efisien, dan nyaman, terutama pada periode dengan volume perjalanan tinggi seperti Natal dan tahun baru.
Dari sisi layanan operasional, kereta api jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau 122,9 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, kereta api lokal melayani 786.656 pelanggan atau 105,6 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.
Tingkat keterisian yang melampaui kapasitas ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, khususnya pada layanan kereta api lokal yang memungkinkan naik dan turun pelanggan di sejumlah stasiun dalam satu perjalanan.
“Kami melihat digitalisasi tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membantu pelanggan merencanakan perjalanan dengan lebih tertib dan terukur. Inilah mengapa penguatan ekosistem digital terus kami dorong sebagai bagian dari transformasi layanan KAI,” ujar Anne.
KAI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan selama periode Natal dan tahun baru.
Ke depan, tambah Anne, KAI akan terus memperkuat layanan digital, memperluas integrasi antarmoda, serta meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.
"Transformasi ini kami jalankan secara berkelanjutan agar kereta api semakin relevan, nyaman, dan menjadi bagian dari gaya hidup mobilitas masyarakat,” kata Anne.
Penguatan Access by KAI menjadi fondasi transformasi layanan KAI dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang mudah, efisien, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hari Jadi ke-73, DPRD Kulonprogo Anjangsana ke Panti Asuhan
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- 75 Persen Tiket Nataru Dibeli Lewat Access by KAI
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 Rp2,59 Juta per Gram
- Ekonom UMY Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh di 4,9-5,5 Persen
- Modus Penipuan Kartu Kredit Meningkat, BRI Beri Warning
- IHSG Tembus 9.000, Menkeu Purbaya Yakin Tren Berlanjut
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
Advertisement
Advertisement



