Advertisement
China Larang Ekspor Dwiguna ke Jepang, Fokus Sektor Militer
Foto ilustrasi bendera China dan Jepang. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah China menegaskan larangan ekspor barang dwiguna ke Jepang hanya ditujukan untuk penggunaan militer dan tidak akan mengganggu sektor sipil maupun rantai pasok global.
Barang dwiguna merupakan komoditas, teknologi, serta perangkat lunak yang memiliki potensi kegunaan ganda, yakni untuk sektor sipil maupun militer. Termasuk di dalamnya adalah logam tanah jarang (rare earth) yang menjadi komponen vital bagi industri otomotif dan teknologi Jepang.
Advertisement
Juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yadong, menyatakan komitmen negaranya untuk meminimalisasi dampak ekonomi terhadap sektor non-militer. Ia memastikan perusahaan yang bergerak di bidang sipil tidak perlu khawatir terhadap kebijakan ini.
"Pengguna sipil tidak akan terdampak," tegas He Yadong seperti dikutip dari Reuters.
BACA JUGA
Meski demikian, He tidak memberikan rincian lebih lanjut apakah logam tanah jarang masuk dalam daftar hitam larangan tersebut. Ia juga enggan menanggapi laporan mengenai pengetatan izin ekspor logam mulia tersebut. Padahal, logam tanah jarang memiliki peran krusial dalam pembuatan motor mobil listrik (EV) sekaligus komponen sensitif militer seperti mesin rudal dan drone.
Saat ini, China menerapkan daftar pengendalian ekspor yang mencakup sekitar 1.100 barang dan teknologi dwiguna. Daftar tersebut mencakup tujuh kategori logam tanah jarang menengah dan berat yang memerlukan izin khusus untuk dikirim ke luar negeri.
Kebijakan ini muncul di tengah memburuknya hubungan bilateral kedua negara. Eskalasi ketegangan dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November 2025 terkait potensi konflik di Selat Taiwan yang dianggap Beijing sebagai provokasi berat.
He Yadong menegaskan bahwa langkah pembatasan ekspor ini merupakan upaya sah untuk mencegah remiliterisasi serta ambisi nuklir Jepang. Sebaliknya, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Takehiro Funakoshi, telah melayangkan protes keras dan mendesak China untuk segera mencabut larangan tersebut karena dinilai mengancam stabilitas ekonomi regional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Grab Pastikan Bonus Hari Raya Mitra Pengemudi Cair Sebelum Lebaran
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 27 Februari 2026, Lengkap dari Palur
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
- 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih dari India Mulai Disalurkan
- Korea Selatan Siapkan Aturan Bebas Visa untuk Warga Indonesia
- Grab Pastikan Bonus Hari Raya Mitra Pengemudi Cair Sebelum Lebaran
- Lebaran 2026 Mulai Menggeliat, Okupansi Hotel DIY 30 Persen
Advertisement
Advertisement








