Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Daya saing usaha nasional menunjukkan penguatan pada 2025 setelah Indeks Persaingan Usaha (IPU) Indonesia tercatat di angka 5,01, naik tipis dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di level 4,95.
Ketua Tim Survei Indeks Persaingan Usaha (IPU) 2025, Maman Setiawan, menjelaskan capaian tersebut melanjutkan tren peningkatan IPU berbasis persepsi sejak 2018, meskipun sempat mengalami penurunan pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Pada 2025, tren persepsi kembali menguat dengan skor 5,01, sebagaimana disampaikan di Jakarta, Senin (26/1/2026).
“Tren hasil IPU berbasis persepsi secara umum mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sejak 2018. Hanya saja, sempat menurun pada 2020 imbas pandemi Covid-19. Sementara, untuk tahun 2025, tren hasil IPU berbasis persepsi berada di angka 5,01,” kata Maman.
Indeks Persaingan Usaha merupakan indikator yang menggambarkan tingkat persaingan usaha di berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Pengukuran IPU dilakukan melalui sejumlah dimensi untuk memotret kondisi struktural hingga kelembagaan yang memengaruhi iklim persaingan.
Maman memaparkan, hampir seluruh dimensi IPU mengalami kenaikan tipis dibandingkan 2024. Dimensi Struktur, Perilaku, Kinerja, Permintaan, Penawaran, serta Kelembagaan tercatat membaik, sementara dimensi Regulasi justru mengalami penurunan dari 6,13 pada 2024 menjadi 6,04 pada 2025.
“Ada aspek masing-masing IPU meningkat, tapi dari sisi dimensi regulasi belum. Ini merupakan tantangan dari aspek regulasi, ada ketidakselarasan antara regulasi di pusat dan daerah,” kata Maman.
“Lalu ada masalah di implementasi. Biasanya regulasi itu secara umum sudah memfasilitasi persaingan yang kompetitif, tapi beberapa implementasi ini masih terlihat belum dilaksanakan dengan baik. Di 2025, ini menjadi catatan,” imbuhnya.
Guru Besar Universitas Padjajaran tersebut juga menyampaikan bahwa skor IPU dianalisis lebih lanjut berdasarkan sektor-sektor usaha atau industri untuk melihat variasi tingkat persaingan di masing-masing bidang ekonomi.
Berdasarkan sektor usaha, lima sektor dengan skor IPU tertinggi pada 2025 didominasi sektor jasa dan perdagangan, meliputi penyediaan akomodasi serta makan dan minum, perdagangan besar dan eceran serta reparasi otomotif, jasa keuangan dan asuransi, informasi dan komunikasi, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.
Sebaliknya, lima sektor dengan skor IPU terendah masih didominasi sektor berbasis sumber daya alam dan infrastruktur dasar, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor konstruksi, pertambangan, serta pengadaan listrik dan gas.
Meski secara umum skor IPU 2025 mencerminkan tren yang cukup positif, Maman menilai upaya penguatan persaingan usaha masih perlu strategi yang lebih komprehensif agar mampu berkontribusi optimal terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.
“Pertama, memberikan pemahaman lebih baik mengenai persaingan usaha kepada stakeholders sehingga mereka ikut (berperan). Lalu, pemerintah bekerja sama mendorong berbagai sektor dan provinsi untuk tingkatkan IPU,” kata Maman.
“Selain itu, ada alarm regulasi, di mana regulasi (hadir) sebagai komponen penting untuk mendorong persaingan usaha yang sehat. Perlu akselerasi skor IPU ke 6,33 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.