Advertisement
Indonesia Tolak Syarat Drone AS dalam Perundingan Dagang
Foto ilustrasi bendera Indonesia dan Amerika Serikat. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia menegaskan sikap menolak permintaan Amerika Serikat agar membeli drone buatan Negeri Paman Sam sebagai bagian dari perjanjian perdagangan bilateral, karena dinilai melanggar prinsip konstitusi dan kepentingan nasional.
Laporan The Straits Times edisi Rabu (28/1/2026) menyebutkan Indonesia sejatinya telah menyetujui sejumlah besar persyaratan yang diajukan Amerika Serikat dalam perundingan perdagangan, termasuk rencana mengimpor bahan bakar dari AS sebagai pengganti pasokan dari Singapura.
Advertisement
Namun, tuntutan agar Indonesia membeli drone buatan Amerika Serikat untuk keperluan pengawasan di Laut China Selatan menjadi titik keberatan utama. Ketentuan tersebut dinilai bertentangan dengan konstitusi, sehingga ditolak dalam meja perundingan.
Surat kabar itu juga melaporkan kedua pihak hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif Amerika Serikat dari 32 persen menjadi 19 persen. Selain itu, Indonesia disebut berencana melonggarkan pembatasan impor mobil asal Amerika serta menghapus hambatan terhadap pasokan peralatan teknologi dan medis dari AS.
Meski sejumlah poin strategis telah disepakati, proses perundingan antara Indonesia dan Amerika Serikat masih berlanjut. Fokus pembahasan kini berada pada finalisasi kesepakatan serta penyelesaian berbagai persoalan administratif yang tersisa dalam perjanjian perdagangan kedua negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Misteri Kematian Mantan Pengurus Pordasi di Gumuk Pasir Bantul
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Bulog Kanwil Yogyakarta Mulai Salurkan Minyakita ke Pasar Tradisional
- Menkeu Purbaya Rombak 36 Pejabat Eselon II, DJBC Dominan
- Pelaporan SPT Lewat Coretax Tembus 867 Ribu, DJP Ingatkan Sanksi Denda
- Insentif PPh 21 2026 Positif, tetapi Belum Dongkrak Daya Beli
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini Melonjak, Galeri24 dan UBS Kompak Naik
- Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru, Konflik Iran-AS Dorong Lonjakan
- KAI Sediakan Pengering Payung dan Pembersih Sepatu di Stasiun
Advertisement
Advertisement



