Advertisement
Danantara Siap Borong Saham Saat IHSG Melemah Pekan Ini
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara - Sulthony Hasanuddin
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menyatakan kesiapannya memperkuat peran di pasar modal nasional di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah sepanjang sepekan terakhir. Lembaga investasi yang dibentuk pada 2025 itu mengonfirmasi telah aktif menanamkan modal di lantai bursa sejak akhir Desember 2025 dan akan kembali masuk pasar mulai awal pekan ini.
Chief Investment Officer BPI Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa aktivitas investasi akan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk mulai Senin (2/2/2026), dengan pendekatan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Advertisement
“Kami harus bisa mempertanggungjawabkan investment yang akan kami lakukan dan ini akan terus, mulai minggu depan pun, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, kami akan berinvestasi masuk ke pasar modal,” kata Pandu dalam dialog publik di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/2/2026).
Pandu menjelaskan, Danantara telah melakukan investasi di pasar modal sejak Desember 2025 melalui sejumlah manajer investasi yang telah ditunjuk secara resmi. Skema tersebut dipilih untuk memastikan pengelolaan dana berjalan sesuai prinsip tata kelola dan manajemen risiko.
BACA JUGA
Ia menambahkan, Danantara secara berkelanjutan melakukan identifikasi terhadap saham-saham yang dinilai layak untuk dikoleksi. Saham yang masuk dalam radar investasi harus memenuhi sejumlah kriteria utama, mulai dari likuiditas yang baik, fundamental yang kuat, hingga valuasi yang menarik.
“Arahan dari kami kepada manager-manager investasi yang kami tunjuk, tolong dibeli saham yang memiliki good growth, good fundamental, good liquidity, itu juga sangat penting, dan juga make sure it has good cash flow,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pandu menyampaikan bahwa sekitar setengah dari total pendanaan Danantara berpotensi dialokasikan ke pasar publik, dengan porsi terbesar difokuskan pada instrumen pasar modal domestik.
Meski memiliki fleksibilitas untuk berinvestasi di luar negeri, Danantara tetap menegaskan keberpihakan terhadap perekonomian nasional dengan menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama penanaman modal di pasar modal.
“Kita akan menjadi active participant di pasar modal Indonesia, baik di bond market dan di public equity market,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, CEO BPI Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa Danantara turut berperan dalam upaya reformasi pasar modal nasional, seiring kontribusi signifikan BUMN di lantai bursa.
“Kami memiliki kontribusi 30% melalui BUMN yang ada di lantai bursa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Relokasi SDN Nglarang Terdampak Tol Jogja-Solo Segera Dievaluasi
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Prabowo Pastikan Stabilitas Pasar Modal di Tengah Gejolak Keuangan
- Bulog DIY Bidik Serap 100.000 Ton Gabah Saat Panen Raya 2026
- Harga Pertamax Turun Jadi Rp11.800 per Liter Mulai 1 Februari
- RUPST Himbara 2026 Segera Digelar, Ini Penjelasan Danantara
- Harga Emas Pegadaian Anjlok, Galeri24 dan UBS Turun Rp190.000 per Gram
- Ini Daftar 95 Pinjaman Online Berizin OJK per Februari 2026
- Gejolak Pasar Modal, Presiden Prabowo Turun Tangan
Advertisement
Advertisement



