Advertisement
Meski Harga Emas Terkoreksi, EMAS Tetap Menarik Secara Fundamental
Minggu, 01 Februari 2026 - 19:22 WIB
Sunartono
Harga emas terkoreksi secara jangka pendek, namun fundamental tetap kuat. EMAS dinilai menarik seiring prospek produksi dan valuasi saham. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi jangka pendek setelah reli kuat sebelumnya. Namun, koreksi ini tidak mengubah pandangan struktural terhadap emas, yang masih diproyeksikan berada pada level tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs menegaskan bahwa penurunan jangka pendek emas bersifat teknikal dan volatilitas jangka pendek, sementara faktor utama pendukung harga emas tetap utuh. Permintaan dari bank sentral, lindung nilai terhadap risiko kebijakan global, serta minat investor institusional dinilai bersifat “sticky” dan tidak mudah berbalik arah.
Di tengah kondisi tersebut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) justru berada pada posisi yang semakin menarik. Harga saham EMAS saat ini masih mencerminkan asumsi konservatif, sementara realisasi harga emas global berada jauh di atas asumsi tersebut.
Beberapa poin utama yang mendukung EMAS:
• Koreksi emas bersifat jangka pendek, sementara outlook jangka menengah–panjang tetap positif.
• EMAS akan segera memasuki fase produksi, dengan Proyek Emas Pani diproyeksikan menghasilkan lebih dari 90.000 ounce emas per tahun pada tahap awal.
• Struktur biaya yang kompetitif membuat EMAS tetap resilient dalam berbagai skenario harga emas.
• Leverage ke harga emas tetap besar, sehingga normalisasi sentimen pasar berpotensi langsung tercermin pada kinerja EMAS.
Dengan kata lain, pelemahan harga emas saat ini lebih merupakan noise, bukan perubahan arah. Fundamental EMAS terus bergerak ke fase yang lebih matang, sementara valuasi sahamnya masih tertinggal dari realitas harga emas global.
Kesimpulan:
Sejalan dengan pandangan Goldman Sachs bahwa koreksi emas bersifat sementara, EMAS tetap menarik dan berada pada level VALUE BUY bagi investor yang melihat melampaui volatilitas jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pustral UGM Dorong Jeron Beteng Jadi Zona Rendah Emisi Jogja
Jogja
| Minggu, 01 Februari 2026, 21:47 WIB
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB
Advertisement
Berita Populer
- Bulog DIY Bidik Serap 100.000 Ton Gabah Saat Panen Raya 2026
- Harga Pertamax Turun Jadi Rp11.800 per Liter Mulai 1 Februari
- RUPST Himbara 2026 Segera Digelar, Ini Penjelasan Danantara
- Harga Emas Pegadaian Anjlok, Galeri24 dan UBS Turun Rp190.000 per Gram
- Ini Daftar 95 Pinjaman Online Berizin OJK per Februari 2026
- Gejolak Pasar Modal, Presiden Prabowo Turun Tangan
- BPKN Minta Praktik Goreng Saham Ditindak Tegas
Advertisement
Advertisement



