Advertisement
Konflik Timteng Picu Kerugian Maskapai Global hingga Rp900 Triliun
Tiket pesawat / Ilustrasi freepik
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW— Industri penerbangan global kini berada dalam tekanan berlapis setelah konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dan gangguan operasional di sejumlah bandara. Maskapai mulai menghadapi situasi sulit yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan bisnis mereka.
Gangguan paling terasa terjadi di kawasan Teluk Persia, di mana operasional bandara terdampak langsung oleh eskalasi konflik. Dalam waktu bersamaan, harga energi yang meningkat membuat biaya operasional maskapai melonjak tajam.
Advertisement
Financial Times mencatat, sekitar 20 maskapai penerbangan terbesar dunia menanggung kerugian hingga 53 miliar dolar AS atau setara hampir Rp900 triliun. Angka ini mencerminkan tekanan besar yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Manajemen maskapai disebut terus mengantisipasi dampak lanjutan, termasuk melemahnya permintaan global. Kondisi ini membuat maskapai harus menyeimbangkan antara menjaga operasional dan mempertahankan pemasukan.
BACA JUGA
Dalam situasi tersebut, maskapai mulai melakukan berbagai penyesuaian strategi. Selain efisiensi, opsi penyesuaian harga tiket hingga pengurangan rute menjadi langkah yang mulai dipertimbangkan.
Konflik ini dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menyasar Iran, termasuk di Teheran, dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah. Aksi saling serang ini memperluas dampak konflik hingga ke sektor ekonomi global.
Awalnya, serangan tersebut diklaim sebagai langkah untuk mengantisipasi ancaman program nuklir Iran. Namun dalam perkembangannya, muncul indikasi adanya kepentingan yang lebih luas terkait perubahan kekuasaan di Iran.
Di tengah situasi ini, industri penerbangan menjadi salah satu sektor yang paling cepat merasakan dampaknya. Tekanan dari sisi biaya dan operasional membuat maskapai berada dalam posisi rentan di tengah ketidakpastian global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petugas Damkar Evakuasi Ular di Sanggar Didik Nini Thowok Saat Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






