Advertisement

Imbas Dinamika Global, Harga Sapi Hidup Naik Rp1.000 per Kg

Newswire
Rabu, 22 April 2026 - 14:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Imbas Dinamika Global, Harga Sapi Hidup Naik Rp1.000 per Kg Sapi / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah melakukan penyesuaian harga acuan pembelian (HAP) untuk komoditas sapi hidup di tingkat produsen sebagai respons terhadap dinamika global yang berdampak pada biaya impor dan distribusi pangan. Kebijakan ini diambil secara terbatas guna menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pasokan dan stabilitas harga di pasar.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa kenaikan HAP sapi hidup hanya sebesar Rp1.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp58.000 menjadi sekitar Rp59.000 per kilogram.

Advertisement

Menurutnya, penyesuaian ini dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memicu lonjakan harga di tingkat konsumen. Pemerintah memastikan harga daging sapi di pasar masih berada dalam kisaran harga eceran tertinggi (HET), yakni sekitar Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

“Penyesuaian ini kecil dan terukur, sehingga tidak mengganggu stabilitas harga di pasar,” ujarnya usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Rabu.

Zulkifli menjelaskan, perubahan harga tersebut tidak terlepas dari pengaruh kondisi geopolitik global yang berdampak pada biaya transportasi dan rantai pasok pangan. Kenaikan ongkos logistik, terutama untuk komoditas impor, menjadi salah satu faktor yang mendorong perlunya penyesuaian harga di tingkat produsen.

Selain sapi hidup, pemerintah juga melakukan penyesuaian harga eceran tertinggi untuk komoditas daging kerbau. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya permintaan masyarakat terhadap alternatif protein hewani yang lebih terjangkau dibandingkan daging sapi.

Harga daging kerbau yang sebelumnya berada di kisaran Rp80.000 per kilogram kini disesuaikan menjadi sekitar Rp90.000 per kilogram. Pemerintah menilai, tren peralihan konsumsi dari daging sapi ke daging kerbau perlu diantisipasi agar tidak memicu ketidakseimbangan pasokan di pasar.

Kebijakan penyesuaian harga ini, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tekanan eksternal. Dengan langkah yang terukur, pemerintah berharap dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan distribusi dan ketersediaan pangan tetap terjaga.

Pemerintah juga menegaskan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan di lapangan. Jika diperlukan, langkah intervensi tambahan akan disiapkan untuk memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani.

Dengan pendekatan yang berhati-hati ini, stabilitas harga pangan diharapkan tetap terjaga meski menghadapi tantangan global yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kulonprogo Siaga Kemarau, Petani Diminta Gunakan Varietas Tahan Kering

Kulonprogo Siaga Kemarau, Petani Diminta Gunakan Varietas Tahan Kering

Kulonprogo
| Rabu, 22 April 2026, 17:57 WIB

Advertisement

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata
| Rabu, 22 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement