BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Bank Diminta Tak Naikkan Bunga Kredit
BI Rate naik jadi 5,25%. BI minta bank tak naikkan bunga kredit, likuiditas dijamin longgar lewat pembelian SBN.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah mulai mengubah pendekatan dalam pemberian insentif investasi dengan menempatkan penyerapan tenaga kerja sebagai faktor utama. Melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kebijakan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lebih banyak lapangan kerja di tengah persaingan investasi global.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pemberian insentif fiskal tidak lagi hanya didasarkan pada besarnya nilai investasi yang masuk. Pemerintah kini akan mempertimbangkan dampak langsung terhadap masyarakat, khususnya dalam hal penciptaan lapangan kerja.
Menurutnya, sektor industri padat karya menjadi fokus utama dalam kebijakan baru ini. Industri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus pengurangan angka pengangguran.
“Penyerapan tenaga kerja menjadi parameter penting dalam pemberian insentif ke depan,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Ia mencontohkan proyek pengolahan kelapa di Morowali dengan nilai investasi sekitar US$100 juta. Meski tergolong lebih kecil dibandingkan proyek hilirisasi berbasis mineral, proyek tersebut mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga memberikan dampak sosial ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.
Dalam pendekatan lama, proyek dengan nilai investasi seperti itu kemungkinan belum menjadi prioritas penerima insentif. Namun, dengan kebijakan baru, proyek serupa berpeluang besar mendapatkan dukungan pemerintah karena kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja.
Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mendorong investasi yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, langkah ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan manfaat pembangunan di berbagai daerah.
Data BKPM menunjukkan realisasi investasi pada kuartal I 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau sekitar 24,4% dari target tahunan sebesar Rp2.041,3 triliun. Dari capaian tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 706.569 orang.
Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 18,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan 594.104 tenaga kerja. Kenaikan ini menjadi indikasi bahwa investasi mulai memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja.
Ke depan, pemerintah juga membuka peluang pemberian insentif nonfiskal untuk mendukung keberlanjutan investasi, terutama bagi sektor yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.
Dengan strategi baru ini, pemerintah berharap iklim investasi di Indonesia semakin kompetitif sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BI Rate naik jadi 5,25%. BI minta bank tak naikkan bunga kredit, likuiditas dijamin longgar lewat pembelian SBN.
Thailand kalahkan Malaysia 2-0 di Stadion Rajamangala. Gol penalti Yotsakorn dan Poeiphimai bawa Gajah Perang ke puncak klasemen Grup B.
Suami Ribkah Handayani rutin menjalani kontrol jantung setiap bulan dengan memanfaatkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Aston Villa mengalahkan Indonesia All Stars 3-1 di Stadion GBK. Emiliano Buendia, Ross Barkley, dan Brian Madjo mencetak gol, sementara Arkhan Kaka membalas unt
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.