Penjualan Emas ANTM Lampaui Target

Penjualan Emas ANTM Lampaui TargetKaryawati memperlihatkan emas batangan 88 gram bergambar Shio Anjing Tanah milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam), di Jakarta, Kamis (18/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
07 November 2018 14:10 WIB Hafiyyan Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Sepanjang Januari—Oktober 2018, PT Aneka Tambang Tbk. telah menjual emas sebanyak 24 ton atau menyentuh target yang dibidik pada tahun ini. Sampai akhir 2018, volume pemasaran diproyeksi semakin meningkat.

Corporate Secretary Antam Aprilandi H. Setia menyampaikan target penjualan emas perseroan telah tercapai pada Oktober 2018. “Sampai akhir tahun, penjualan diperkirakan akan meningkat melampaui target 24 ton. Semoga mencapai angka terbaiknya,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (6/11).

Pada tahun ini, Aprilandi menyebutkan kinerja penjualan emiten berkode saham ANTM itu cenderung meningkat. Per September 2018, penjualan emas melonjak 221% year-on-year (yoy) menjadi 22.388 kilogram (kg) dari sebelumnya 6.966 kg.

Adapun, volume produksi batu kuning relatif stabil sejumlah 1.478 kg, naik tipis dari periode 9 bulan pertama 2017 sebesar 1.473 kg.

Sementara itu, penjualan bijih nikel per September 2018 tumbuh 99% yoy menuju 4,11 juta wet metric ton (wmt) dari sebelumnya 2,06 juta wmt. Penjualan bijih bauksit tercuci naik 39% yoy menjadi 693.000 wmt dari posisi per kuartal III/2017 sebesar 498.000 wmt.

Pemasaran feronikel dalam 9 bulan pertama 2018 naik 49% yoy menjadi 19.149 ton nikel dalam feronikel (TNi) dari sebelumnya 12.816 TNi. Produksi feronikel juga naik 21% menuju 19.284 TNI dari posisi per September 2017 sejumlah 15.813 TNi.

“Kenaikan volume produksi dan penjualan feronikel sejalan dengan stabilitas operasional pabrik di Pomalaa dengan kapasitas 27.000 TNi per tahun,” tutur Aprilandi.

Pada kesempatan berbeda, General Manager Antam unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) Abdul Hadi Aviciena menuturkan pencapaian target penjualan emas sejalan dengan tingginya minat investor untuk mengampit logam mulia sebagai instrumen investasi.

“Di luar dugaan, banyak masyarakat yang ingin investasi emas,” kata Abdul, Selasa (6/11).

Lonjakan penjualan emas ini, kata Hadi, terdistribusi secara merata baik melalui mitra reseller maupun butik Antam. Meski begitu dia belum menyebutkan target penjualan Antam pada 2019.

Meski begitu, ANTM akan menambah jalur distribusi penjualan logam mulia ini. Butik Antam yang saat ini mencapai 15 lokasi di 11 kota besar diupayakan akan ditambah sebanyak dua butik pada 2019.

Terkait dengan mitra reseller, perseroan melakukan evaluasi sebelum menambah jumlah mitra yang saat ini tercatat sebanyak 9 mitra. “Akan ditinjau lagi cakupannya. Distribusi [masing-masing reseller] perlu diatur [agar tidak saling melemahkan],” katanya.

Menurut Hadi, Antam akan melakukan beragam inovasi hingga akhir tahun ini untuk mendongkrak penjualan logam mulia lebih luas. Salah satu yang akan diluncurkan adalah meluncurkan toko daring sendiri di luar mitra.

“”Kami usahakan akhir tahun ini Antam masuk penjualan online [milik sendiri],” katanya

Hadi menyebutkan perusahaan juga terus berinovasi untuk meningkatkan minat investasi pada logam mulia antam. Inovasi terbaru yang dilakukan adalah penggunaan teknologi certicard. Melalui teknologi ini pembeli logam mulia Antam akan mengetahui produk yang dimiliki bukan produksi perusahaan dengan memeriksa tanda air yang terpasang hingga desain berlapis.

Di pasar modal, saham ANTM ditutup di level harga Rp680 per saham pada akhir perdagangan Selasa (6/11). Sepanjang tahun berjalan 2018, ANTM menguat 8,8% dan membentuk kapitalisasi pasar senilai Rp16,34 triliun. (Hafiyyan/Anggara Fernando)

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia