Antisipasi Kenaikan Harga Pangan, Pengawasan Diperketat

Antisipasi Kenaikan Harga Pangan, Pengawasan DiperketatKepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Wisnu Wardhana didampingi Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) Retno Rukmawati dan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Yogyakarta Tri Saktiyana berbincang dengan pedagang untuk menanyakan harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kranggan, Jogja, Selasa (4/12). - Harian Jogja/Desi Suryanto
05 Desember 2018 09:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, pengawasan terhadap perdagangan dan distribusi komoditas bahan pangan pokok di wilayah DIY mulai dipersiapkan. Terutama pasca-kenaikan harga beras medium yang tengah merangkak naik sejak bulan lalu di sejumlah pasar.

"Rapat koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan sejumlah komoditas pokok, terutama yang perlu diwaspadai saat ini adalah kenaikan harga beras medium," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Tri Saktiyana ditemui seusai menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Grand Inna Malioboro Hotel, Selasa (4/12).

Peningkatan harga beras medium di pasar, kata Sakti, disebabkan oleh tingginya kebutuhan akan komoditas tersebut. Pasalnya, tidak sedikit pedagang yang memproses beras medium untuk dikemas dan dijadikan beras premium. Peluang menarik keuntungan dan tingginya permintaan beras premium membuat produksi beras medium menjadi premium terus meningkat.

"Hal ini memang tidak masalah sebenarnya, karena ternyata minat masyarakat yang beli beras premium itu tinggi. Namun, [konsekuensinya] mengakibatkan bahan baku beras medium menjadi semakin berkurang, jadi harganya naik," jelas Sakti.

Kepala Bulog Divre DIY Akhmad Kholisun mengungkapkan stok beras di DIY masih sangat aman. Saat ini gudang Bulog memiliki stok beras untuk DIY sekitar 12.300 ton.

Kholisun menilai stok tersebut dinilai sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan beras selama momen Natal dan Tahun Baru. "Stok yang ada saat ini sanagt aman untuk memenuhi kebutuhan beras di bulan Desember, Januari hingga awal Februari. Stok ini cukup untuk menstabilkan harga beras di DIY," jelas Kholisun.

Harga Terkendali

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Kementerian Perdagangan di Pasar Kranggan Jogja, harga sejumlah bahan pokok di Jogja relatif terkendali. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan pasokan dan harga bahan pokok di Jogja terkendali dan cukup untuk menghadapi Nataru.

"Pemerintah akan terus memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional [HBKN]," ujar Wisnu.

Beberapa langkah strategis yang disiapkan yakni melalui penguatan regulasi dengan melakukan revisi harga acuan di tingkat konsumen sesuai dengan Permendag No.96/2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Selain itu, melalui penatalaksanaan dengan melakukan rapat koordinasi dengan pemda, instansi terkait dan pelaku usaha.

Hal itu sejalan dengan yang akan dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY. Anggota TPID DIY Probo Sukesi mengungkapkan ada enam komoditas pokok yang dikawal karena merupakan komoditas penyumbang inflasi. Antara lain beras, telur ayam ras, daging ayam potong, cabai, bawang merah dan daging sapi.

"Kami akan mulai mengawal stabilisasi harga komoditas tersebut pada 14-20 Desember 2018, mulai dari ketersediaan bahan pangan, dari distribusi hingga ke pedagang. Agar harga tidak mengalami kenaikan tinggi di masyarakat, sehingga inflasi juga bisa terkendali," jelas Probo.