New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Penyidik KPK Novel Baswedan berdiri di samping layar yang menampilkan hitung maju waktu sejak penyerangan terhadap dirinya saat diluncurkan di gedung KPK, Selasa (11/12/2018)./Suara.com-Muhaimin A Untung
Harianjogja.com, JAKARTA- Presiden Jokowi dan kepolisian diingatkan untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasang \'monumen jam waktu\' untuk penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Senior KPK, Novel Baswedan. Polisi hingga kini belum berhasil mengungkap pelaku yang menyerang Novel pada 11 April 2017 lalu.
Jam waktu yang dipasang di pelataran Gedung KPK itu juga untuk mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang berjanji untuk mengungkap kasus misterius yang menimpa Novel.
Novel menganggap hingga kini kasusnya yang ditangani pihak kepolisian hanya jalan di tempat.
"Serangan itu belum diungkap sama sekali, saya katakan belum diungkap karena langkah-langkah yang seharusnya sebagai langkah yang ideal dalam rangka pengungkapan suatu perkara itu tidak dilakukan dengan optimal," ucap Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).
Novel kemudian lagi-lagi meminta pada Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), dalam mengungkap kasusnya. Menurut Novel, dengan dibentukya TGPF dapat memudahkan Polri dalam mengungkap penyiraman yang diduga dilakukan dua orang.
"Tentunya sangat memalukan, sangat memilukan ketika ada aparatur negara diserang dan kemudian itu dibiarkan," kata Novel.
Menurutnya, sudah terlalu lama kasus yang menimpa dirinya dibiarkan begitu saja oleh penegak hukum. Novel khawatir tidak terungkapnya pelaku teror akan membuat para koruptor semakin berani, dan semangat pemberantasan korupsi di tanah air turun.
"Semoga semua itu tidak terjadi, oleh karena itu saya kembali lagi mendoakan semoga bapak presiden punya keberanian," tutup Novel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Minggu 27 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Menlu Sugiono menegaskan ketahanan nasional menjadi fondasi Indonesia berkontribusi dalam membangun ketahanan global dan multilateralisme di PBB.
Polri menyiapkan anjungan pencetakan SKCK untuk mengurangi interaksi pemohon dan petugas serta mencegah praktik pungli.
Manajer Kopdes Merah Putih berstatus pegawai BUMN di bawah Agrinas dengan PKWT dua tahun. Jabatan akan dievaluasi setelah kontrak berakhir.
Kiandra Ramadhipa akan start dari posisi kelima pada dua balapan Moto3 Junior FIM 2026 di Aragon, Minggu (27/9).