Daya Saing Indonesia Merosot ke Peringkat 48, Infrastruktur Jadi Sorot
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Ilustrasi Satelit Nusantara Satu./Pasifik Satelit Nusantara
Harianjogja.com, JAKARTA – Kepala Departemen Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan peningkatan teknologi digital di Indonesia dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen.
“Kita menggunakan modelling tertentu dan bisa melihat bahwa dengan adanya peningkatan aplikasi dari digital teknologi, kita bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi mendapatkan tambahan 1 persen secara nasional,” tuturnya pada Media Round Table: Menilik Pentingnya Konektivitas – Infrastructure for Tomorrow (i4t) secara virtual, Kamis (12/8/2021).
Yose memperkirakan dalam kurun waktu 10-20 tahun ke depan, Indonesia akan membutuhkan aplikasi teknologi digital secara lebih masif, baik di kehidupan sosial masyarakat atau dunia usaha.
Oleh sebab itu, Yose menilai pemerintah perlu mendorong pembangunan infrastruktur digital yang lebih baik dan terjangkau lebih luas untuk masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Pasalnya, dia menilai ada korelasi yang cukup signifikan antara keterjangkauan jaringan internet di suatu daerah dengan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.
“Studi yang kami lakukan pada 2018, melihat data pada 2017, kita bisa melihat dengan membandingkan berbagai daerah di Indonesia. Kota dan kabupaten yang memiliki penetrasi internet lebih tinggi, misalnya 50 persen, itu memiliki pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sebesar 0,4 persen dibandingkan dengan akses yang rendah,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyebut pemerintah mendorong berbagai upaya untuk transformasi digital. Johnny mengatakan kini jaringan internet digunakan oleh lebih dari 200 juta jiwa.
“200 juta lebih pengguna setara dengan 73,7 persen dari populasi Indonesia. Jumlah koneksi ponsel bahkan mencapai 345,3 juta atau 25 persen lebih banyak dari total penduduk. Hal tersebut, menjadikan Indonesia negara kelima terbesar pengguna internet di dunia,” katanya pada acara yang sama.
Untuk menambah keterjangkauan internet di seluruh Indonesia, Johnny mengatakan pemerintah melakukan berbagai proyek infrastruktur telekomunikasi. Salah satunya yaitu pembangunan Satelit Multifungsi Satelit Indonesia Raya (Satria-1).
Pembangunan satelit tersebut menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) antara pemerintah, PT Satelit Nusantara Tiga (PSNT), dan mendapatkan pembiayaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebesar US$150 juta atau setara dengan Rp2,1 triliun.
Kini, satelit yang dapat menjangkau 149.000 titik layanan publik itu tengah berada di tahap konstruksi dan ditargetkan untuk mengorbit pada akhir 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Nissan NX7, SUV PHEV baru di China, hadir dengan baterai 40,95 kWh, jangkauan listrik 225 km, mesin 1.500 cc, dan konsumsi 4,82 l/100 km. Saingi produsen lokal.
Microsoft memperingatkan serangan siber CaptiveCrunch yang menyasar pengguna WiFi hotel melalui pop-up palsu. Peretas dapat mencuri data, merekam aktivitas, hin
Badan Gizi Nasional membuka tiga jalur pengaduan melalui PO box untuk pegawai, mitra, dan masyarakat guna memperkuat transparansi serta pengawasan Program Makan
Pemkab Bantul mengintegrasikan 103 program penanggulangan kemiskinan dari 13 OPD dan memperbarui DTSEN secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran ser
KPHD menetapkan Deklarasi Jogja untuk mendorong green budgeting, ketahanan iklim, dan inovasi pembiayaan daerah di tengah tekanan fiskal.