Ekspor Juli 2026 Diproyeksi Membaik, Biaya Produksi Jadi Tantangan
Ekspor Indonesia Juli 2026 diproyeksi membaik, tetapi Apindo mengingatkan tekanan biaya produksi masih mengancam pemulihan.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Sunarso/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) berhasil menutup 2021 dengan meraup laba Rp32,22 triliun.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan perseroan berhasil memberi makna kepada seluruh stakeholder melalui penciptaan economic value dan social value untuk menjaga fundamental kinerja tetap dapat tumbuh secara sehat, kuat, dan berkelanjutan.
Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya perseroan mencetak laba bersih secara bank only atau individual sebesar Rp 32,22 triliun sepanjang 2022. Perolehan laba tersebut tumbuh 75,53 persen secara tahunan (year-on-year) atau dari Rp18,35 triliun menjadi Rp32,22 triliun.
Sunarso mengungkapkan adanya faktor pendorong dari melesatnya pertumbuhan laba perseroan sepanjang tahun lalu.
“Penopang utama pertumbuhan laba BRI itu ada pada kinerja kredit dan juga penghimpunan dana pihak ketiga yang tumbuh secara positif disertai penurunan biaya bunga yang signifikan,” kata Sunarso dalam konferensi pers Laporan Kinerja Keuangan Triwulan IV/2021 secara virtual, Kamis (3/2/2022).
Selain itu, di saat yang bersamaan, Sunarso menyatakan bahwa perseroan juga mampu mengelola portofolio mix dan kualitas aset yang baik, sehingga dapat meningkatkan yield daripada aset itu sendiri.
“Raihan laba sebesar Rp32,22 triliun ini membuktikan bahwa perseroan dapat terus meng-create economic value kepada seluruh stakeholders di tengah kondisi yang sangat menantang saat ini,” imbuhnya.
Di sisi kredit, BRI telah menyalurkan kredit secara bank only tumbuh 7,16 persen secara tahunan. Sunarso menyatakan angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit secara perbankan nasional, yaitu sebesar 5,24 persen.
Pertumbuhan kredit ini ditopang dari kredit di segmen mikro yang tumbuh tertinggi, yaitu tumbuh 12,98 persen yoy. Kemudian, diikuti segmen konsumer tumbuh 3,97 persen yoy, segmen Usaha Kecil dan Menengah atau UMKM tumbuh 3,55 persen yoy dan segmen korporasi yang mengalami kenaikan sebesar 2,37 persen yoy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Ekspor Indonesia Juli 2026 diproyeksi membaik, tetapi Apindo mengingatkan tekanan biaya produksi masih mengancam pemulihan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.