Top Ten News Harianjogja.com Edisi Minggu 27 September 2026
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Pakar Ekonomi UII Arif Rahman. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA-Pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran marak terjadi akhir-akhir ini. Pakar ekonomi menilai kondisi ini sebagai pertanda resesi semakin di depan mata. Oleh karena itu pemerintah dan swasta perlu lebih intens menjalin komunikasi guna mencegah efisiensi dengan PHK.
Pakar Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Arif Rahman menilai Indonesia sebenarnya cukup memiliki fondasi untuk untuk menghadapi prediksi resesi 2023 sehingga diharapkan dampaknya tidak terlalu buruk bagi perekonomian nasional. Akan tetapi harus tetap dipersiapkan, mengingat kondisi global saling terhubung satu sama lain dan tidak mungkin Indonesia dapat menghindari. Seperti halnya pasokan pangan dunia turut berdampak perang Rusia-Ukraina.
BACA JUGA : 12 Persen Karyawan Gojek Tokopedia (GOTO) Mulai Kena PHK
Di tengah ketidakpastian ekonomi ini, PHK saat ini justru marak terjadi dengan jumlah besar. Perusahaan penyedia jasa aplikasi transportasi misalnya beberapa hari telah mengumumkan PHK ribuan karyawannya.
Arif menilai perusahaan harus dipersiapkan agar fokus menghadapi resesi untuk mencegah terjadinya PHK. Harapannya PHK menjadi langkah terakhir, mengingat saat ini masyarakat sudah mulai bangkit setelah pandemi, jika terdampak PHK maka semakin berat.
“Sehingga perlu ada komunikasi atau kerja sama yang intens antara pemerintah dengan sektor usaha untuk meminimalisasi PHK, supaya masyarakat tidak semakin berat,” katanya kepada wartawan di sela-sela konferensi internasional bertajuk New Challenges and Opportunites of Integrated Reporting di Fakultas Ekonomi UII, Jumat (26/11/2022).
Dalam konferensi tersebut membahas isu terkini kondisi perekonomian global, salah satunya maraknya perusahaan melakukan efisiensi dengan melakukan PHK di tengah kondisi ekonomi saat ini. Pertemuan itu diharapkan dapat memberikan masukan positif bagi pemerintah.
Ia mengatakan ekonomi memang sedang lesu sehingga banyak perusahaan yang saat ini fokus pada kinerja keuangan. Karena mereka memiliki prediksi bahwa keuntungan akan berkurang sehingga bersiap melakukan efisiensi yang diterjemahkan dengan mengurangi beban karyawan. Menurutnya kondisi ini adalah tanda-tanda adanya resesi yang diperkirakan terjadi pada 2023 mendatang.
BACA JUGA : Besaran Pesangon untuk 1.300 Karyawan GOTO
“Kalau dari sisi kondisi resesi memang sudah mulai dirasakan, artinya dari sisi pasar mulai berkurang. Teman saya terlibat UMKM ekspor permintaan turun, ini berdampak untuk kita,” kata doktor lulusan Curtin University, Australia ini.
Meski pun mungkin dampak resesi tidak terlalu besar, namun Indonesia harus tetap bersiap seiring dengan ketidakpastian ekonomi saat ini. Dari sisi indikator ekonomi makro tergolong baik, terbukti saat pandemi Covid-19 Indonesia mampu bertahan dan pulih lebih cepat.
“Nah persiapan resesi ini pemerintah dan swasta harus bergandengan, bagaimana bersama-sama untuk mengatasi kemungkinan adanya krisis ini. Dari perusahaan mungkin kinerja tidak sebaik sebelum pandemi dan efisiensi itu tidak harus selalu diterjemahkan dengan PHK,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.