Harga Emas Pegadaian Hari Ini 9 Agustus 2026, Antam hingga UBS
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026. Cek harga jual dan buyback emas Antam, Galeri 24, serta UBS lengkap.
Ilustrasi resesi ekonomi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA – Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dan memperingatkan negara-negara terkait perekonomian dapat jatuh ke jurang resesi.
Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (11/1/2023), dalam laporan tahunannya, Bank Dunia memperkirakan produk domestik bruto global (PDB) global naik hanya 1,7 persen sepanjang tahun 2023. Proyeksi ini hanya setengah dari perkiraan pada bulan Juni 2022 lalu.
Jika proyeksi ini akurat, ini akan menjadi kinerja pertumbuhan tahunan terburuk ketiga dalam tiga dekade terakhir, setelah perekonomian global mengalami kontraksi tahun 2009 akibat krisis keuangan dan tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.
BACA JUGA : Strategi dan Tips Keuangan yang Bebas dari Resesi
Bank Dunia mengatakan lingkungan inflasi yang masih terus tinggi dan suku bunga acuan yang semakin naik menjadi alasan utama dari pemangkasan proyeksi ini. Bank Dunia juga mengatakan invasi Rusia ke Ukraina dan penurunan investasi menjadi faktor lain.
Presiden Bank Dunia David Malpass mengatgakan krisis yang dihadapi pembangunan global semakin intensif dan kemunduran terhadap kemakmuran global kemungkinan akan terus berlanjut.
“PDB negara berkembang dan pada akhir tahun depan akan berada sekitar 6 persen di bawah tingkat yang diperkirakan sebelum pandemi Covid-19,” ungkap Malpass dalam kata pengantar laporan tahunan Global Economic Prospects.
Bank Dunia juga mencatat bahwa tekanan ekonomi yang terjadi di AS, China, dan Uni Eropa juga turut memperburuk tantangan yang dihadapi oleh negara-negara miskin.
Meskipun inflasi telah turun dari level tertingginya, tekanan harga ini diperkirakan masih bertahan lama dan bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.
BACA JUGA : Liburan Nomor Satu, Resesi Ekonomi Pikir Nanti Dulu
"Kombinasi pertumbuhan yang lambat, pengetatan kondisi keuangan, dan hutang yang besar kemungkinan akan melemahkan investasi dan memicu default perusahaan," kata Bank Dunia.
Untuk itu, Bank Dunia mendesak agar negara-negara di seluruh dunia melakukan tindakan secara nyata untuk mengurangi risiko resesi global dan tekanan utang.
Bank Dunia menyerukan agar negara-negara berkembang memacu investasi, selain melakukan pembiayaan baru dari komunitas internasional dan dari penggunaan kembali pengeluaran yang ada, seperti subsidi pertanian dan bahan bakar yang tidak efisien.
Malpass mengatakan, meskipun dunia sekarang berada dalam posisi yang sangat sulit, seharusnya tidak ada ruang untuk bersikap pesimis.
“Ada hal penting yang dapat dilakukan sekarang untuk memperkuat aturan hukum, meningkatkan prospek, dan membangun ekonomi yang lebih kuat dengan penguatan sektor swasta dan meningkatkan peluang bagi masyarakat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026. Cek harga jual dan buyback emas Antam, Galeri 24, serta UBS lengkap.
Penelitian University of Sydney menemukan bahwa berhenti sejenak sebelum bereaksi dapat membantu mengelola emosi dan mencegah keputusan impulsif.
Cara cek NIK KTP dipakai untuk pinjol melalui SLIK OJK secara online dan offline. Ketahui langkah-langkahnya untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi.
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berpeluang menciptakan All Indonesian final di WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah berada di jalur berbeda.
10 developer game mobile Jepang bangkrut hingga Juli 2026. Biaya produksi dan persaingan game China-Korea memperberat tekanan industri.
Pangeran Harry dan Elton John diperintahkan membayar sementara Rp230 miliar kepada penerbit Daily Mail setelah gugatan privasi mereka ditolak pengadilan Inggris