MTN Dorong Talenta Indonesia Tembus Level Global hingga 2045
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
Penandatanganan berita acara penyertaan modal dari Pemkot Jogja kepada Bank BPD DIY, Jumat (18/11/2022)./Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA — Fondasi perekonomian Jogja dinilai stabil di tengah isu krisis ekonomi yang mengancam global pada 2023 mendatang.
Sektor jasa yang menjadi penggerak roda perekonomian Jogja dianggap masih bisa dijadikan tumpuan dan harapan sambil terus berbenah menuju normal imbas pandemi Covid-19 lalu.
Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad, mengakui optimistis kondisi ekonomi tetap kondusif pada 2023 mendatang. Masa libur akhir tahun nanti dan peringatan hari besar keagamaan mesti dijadikan momentum untuk membangkitkan perekonomian Kota Jogja.
"Di tengah ancaman resesi global pada 2023 mendatang kami yakin ekonomi Jogja tetap tumbuh maksimal. Apalagi dengan masa libur akhir tahun yang diprediksi akan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal," katanya dalam acara penyertaan modal kepada Bank BPD DIY oleh Pemkot Jogja, Jumat (18/11/2022).
BACA JUGA: Dosen UAD Latih Ibu-ibu Membuat Sabun
Santoso menjelaskan, perekonomian Jogja yang tumbuh lewat aktivitas wisata dan pergerakan manusia tetap akan bertahan kalau mobilitas tidak dibatasi. Ancaman resesi yang disinyalir timbul akibat krisis keuangan, pangan, dan energi global berbeda dengan kondisi pandemi Covid-19 lalu.
"Untuk menatap tahun depan di 2023 kami optimistis, karena Jogja merupakan daerah yang tumbuh dari pergerakan orang. Dengan ancaman resesi global, adanya budaya silaturahmi di kalangan masyarakat mudah-mudahan tidak terlalu terdampak, kemudian ditambah dengan adanya juga libur hari raya," jelasnya.
Pemerintah Kota Jogja menyertakan modal senilai Rp61 miliar kepada Bank BPD DIY. Penyertaan modal itu diharapkan memicu penyaluran kredit dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi menyampaikan, penyertaan modal itu merupakan amanat dari Peraturan Daerah No.17/2018. Dalam aturan itu, Pemkot diharuskan menyertakan modal kepada Bank BPD DIY senilai 400 miliar secara bertahap sampai batas waktu delapan tahun sejak aturan diundangkan.
"Februari lalu kami juga sudah setor senilai Rp30 miliar sehingga total pada tahun ini kita sudah menyertakan modal sebanyak Rp91 miliar," ujarnya.
Menurut Sumadi, pertumbuhan ekonomi yang semakin mengarah menuju normal setelah badai pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasan lain dalam penambahan modal itu. Pihaknya percaya, penyertaan modal baru bagi BPD DIY akan dikelola dengan optimal guna pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.
"Mudah-mudahan ini bisa terus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Jogja. Kekurangan penyertaan modal nanti akan kami penuhi karena batasnya delapan tahun sampai 2025 batasnya dan harapan kami ekonomi Jogja bisa tumbuh dan bergerak," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
ChatGPT, Claude, dan Grok dilaporkan mengalami gangguan bersamaan Kamis malam. Pengguna mengeluhkan error saat mengakses layanan AI.
Lima perusahaan di Kalbar ditutup karena karhutla. Pemerintah juga mewajibkan pemulihan lingkungan dan membuka peluang proses pidana.
BK DPD akan memanggil Arya Wedakarna terkait kehadirannya di Miss Equality World 2026 di Bangkok untuk mendalami dugaan pelanggaran etik.
Satgas Karhutla Jambi menangkap pelaku pembakaran lahan di Sungai Gelam, Muaro Jambi. Api membakar sekitar 600 meter persegi lahan.
Satu keluarga Bantul akan transmigrasi ke Polewali Mandar akhir 2026. Pemkab memastikan rumah dan lahan usaha telah siap.