Ondrej Rudzan Bidik Starting XI PSIM Jogja, Siap Main di Mana Saja
Ondrej Rudzan membidik starting XI PSIM Jogja. Bek Republik Ceko itu siap bermain di posisi apa pun demi membantu tim meraih kemenangan.
Suasana Rapat Paripurna tentang rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2026 di Gedung DPRD DIY, Jumat (11/7/2025). Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menetapkan arah kebijakan fiskal dan pembangunan daerah untuk tahun 2026 melalui rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Pemda DIY memproyeksikan kondisi ekonomi makro daerah dan merancang struktur anggaran dengan pendekatan berbasis hasil serta berorientasi pada pelayanan publik.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2026 diperkirakan berada pada kisaran 5,1 persen hingga 5,9 persen.
Sementara itu, tingkat inflasi diprediksi mencapai 2,1 persen hingga 3,5 persen dan angka kemiskinan diproyeksikan berada di kisaran 9,97 persen hingga 10,38 persen.
Dari sisi pendapatan, Pemda DIY menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp5,22 triliun. Sumber pendapatan diantaranya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana transfer dari pusat, dan lain-lain pendapatan sah.
“Kebijakan pendapatan daerah tahun 2026 diarahkan pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber-sumber pendapatan seiring dengan ketentuan Undang-Undang nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah” ujar Paku Alam saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD DIY, Jumat (11/7/2025).
Adapun belanja daerah tahun 2026 direncanakan mencapai Rp5,5 triliun. Belanja ini diarahkan untuk mendukung pencapaian program prioritas pembangunan nasional dan daerah, dengan pendekatan kinerja berbasis hasil.
BACA JUGA: 23 Kambing Mati di Turi Sleman Akibat Keracunan Pakan
“Belanja akan digunakan untuk mendanai program, kegiatan, dan subkegiatan seluruh perangkat daerah secara efektif,” kata Paku Alam X.
Sementara itu, Pemda DIY merencanakan penerimaan pembiayaan sebesar Rp442,69 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp160 miliar untuk menutup potensi defisit anggaran.
Wagub berharap proses pembahasan dan kesepakatan bersama atas dokumen KUA-PPAS ini dapat dilakukan tepat waktu, sehingga penetapan APBD tahun 2026 berjalan sesuai jadwal.
“Kami ingin agar anggaran ini benar-benar berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat DIY,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ondrej Rudzan membidik starting XI PSIM Jogja. Bek Republik Ceko itu siap bermain di posisi apa pun demi membantu tim meraih kemenangan.
YIA tetap beroperasi normal meski 30 penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
BMKG memprakirakan cuaca Senin didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Simak prakiraan cuaca dan suhu lima wilayah DIY.
Anggaran Banper MBG 2027 dipangkas Rp30 triliun menjadi Rp232,5 triliun. BGN tetap menargetkan 72,46 juta penerima manfaat.
Kemenkes menerbitkan SE terkait dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Simak imbauan untuk fasilitas kesehatan dan masyarakat.
Perguruan tinggi perlu memastikan lingkungan kampus terbebas dari kekerasan serta memiliki mekanisme yang jelas untuk menangani kasus ketika kekerasan terjadi.