Sekaten 2026 Digelar Sederhana, Miyos Gangsa Bisa Disaksikan Warga
Sekaten dan Grebeg Maulud 2026 digelar sederhana. Miyos Gangsa di Pagelaran Keraton Jogja dibuka untuk masyarakat.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi Mei 2023 sebesar 0,35% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) adalah sebesar 4,72%, dan secara year-to-date (ytd) sebesar 1,63%.
Inflasi DIY tercatat lebih tinggi dari nasional, di mana secara mtm 0,09%, yoy 4%, dan ytd sebesar 1,1%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan mengatakan jika dilihat perkembangannya, inflasi Mei 2023 masih lebih rendah daripada inflasi tahun lalu, di mana Mei 2022 di posisi 0,75% (mtm).
Perkembangan inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran secara mtm, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,25% dan andilnya pada total inflasi 0,29%. Kelompok pengeluaran terbesar kedua adalah transportasi 0,38% dengan andil pada total inflasi 0,06%.
"Inflasi pada Mei 2023 ini tercatat mengalami inflasi 0,35 persen untuk inflasi dari bulan ke bulan. Inflasi tahun kalender terhadap Desember 2022 sebesar 1,63 persen. Perkembangan inflasi tahunan mencapai posisi 4,72 persen," ucapnya, Senin (5/6/2023).
BACA JUGA: Bank Indonesia Proyeksikan Inflasi DIY Melandai hingga Akhir 2023
Selanjutnya, kelompok pengeluaran sepanjang Mei 2023 yang menyumbang deflasi adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan kontribusi 0,13% dan andil secara total 0,01%. Disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menyumbang deflasi 0,20% dengan andil secara total 0,01%.
Kemudian komoditas yang memberikan andil inflasi di DIY di antaranya telur ayam ras yang mengalami inflasi 11,21% dan memberikan andil 0,10%. Di mana pada bulan sebelumnya justru mengalami deflasi sebesar 3,66% meski ada momen lebaran.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan inflasi pada Mei 2023 sebesar 0,09% (mtm) lebih rendah dari bulan sebelumnya 0,33%. Selain itu juga lebih rendah dari bulan yang sama tahun lalu Mei 2022 0,40%.
"Penyumbang inflasi Mei 2023 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,48 persen dengan andil 0,13 persen. Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau diredam oleh kelompok pakaian dan alas kaki, serta transportasi," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekaten dan Grebeg Maulud 2026 digelar sederhana. Miyos Gangsa di Pagelaran Keraton Jogja dibuka untuk masyarakat.
Jepang menghadapi panas ekstrem dengan kulkas manusia seharga Rp167 juta yang membantu pekerja mendinginkan tubuh dalam hitungan menit.
Threads menguji fitur transkripsi otomatis podcast yang memungkinkan pengguna membaca isi klip audio tanpa menyalakan suara.
DPRD Gunungkidul menuntaskan KUA-PPAS Perubahan 2026. Pendapatan daerah turun Rp50,65 miliar dan RAPBD harus segera dibahas.
Setelah Maulid Nabi 25 Agustus 2026, libur berikutnya baru Natal. Simak jadwal cuti bersama dan peluang libur empat hari.
Baterai iPhone cepat habis? Simak 15 cara menghemat daya mulai dari Mode Daya Rendah hingga mengatur aplikasi dan jaringan.