Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Salah satu SPBU non-Pertamina di Kalurahan Jatiayu, Karangmojo. Foto diambil pada Senin (17/6/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah unit usaha Pertashop di Gunungkidul mulai tutup. Sebaliknya, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) non-Pertamina kian justru menjamur.
Salah satu usaha Pertashop yang tutup bisa dilihat di Kalurahan Candirejo, Semin. Tutupnya usaha ini tidak hanya terlihat di kawasan pinggiran karena di perkotaan seperti Wonosari juga ada seperti terlihat di Dusun Bansari, Wonosari.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan usaha jual beli bahan bakar minyak (BBM) tidak lagi didominasi oleh Pertamina. Pasalnya, mulai tahun ini ada pelaku lain, salah satunya oleh Mobil Indostation.
Dia tidak menampik SPBU non-Pertamina jumlahnya semakin banyak. Kemunculan usaha ini terlihat sejak pertengahan 2022. Di awal-awal pendirian, hanya ada enam unit, tetapi kini sudah berkembang dan berada di 18 lokasi di Gunungkidul. Adapun sebarannya mulai dari Kapanewon Wonosari, Semanu, Karangmojo, Semin, Ngawen, Ponjong hingga Gedangsari. “Makin banyak jumlahnya dan kami punya catatatnya di seluruh lokasi Pom milik Indomobil ini,” kata Kelik, Senin (17/7/2023).
BACA JUGA: Pertashop Ingin Jual Pertalite, Ini Tanggapan Menteri ESDM
Disinggung mengenai adanya usaha pertashop yang tutup di Gunungkidul, ia tidak menampik, tapi pemkab tidak ikut campur dalam masalah tersebut. Menurut dia, keberadaan pertashop maupun pom non pertamina disambut baik dengan baik karena memberikan kemudahan akses BBM kepada masyarakat. “Kalau soal ini sudah urusan bisnis. Tetapi yang jelas, ketugasan dari kami adalah menera takaran sehingga tidak ada konsumen yang dirugikan,” katanya.
Salah seorang operator SPBU milik Indomobil di Kapanewon Karangmojo, Reni mengatakan pihaknya hanya menjual BBM Gasoline 92 setara dengan Pertamax milik pertamina. Untuk harga sangat bergantung dengan harga minyak di pasar dunia, tetapi secara akumulasi dijual di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per liternya. “Produk kami dikenalkan dengan sebutan bensin biru. Untuk harga sekarang dijual Rp12.900 per liter,” katanya.
Menurut Reni untuk penjual sudah lumayan dikarenakan dalam sehari bisa menjual antara 50-100 liter bensin biru. “Terkadang juga ada promo dari perusahaan sehingga penjualannya bisa lebih ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Arab Saudi mencegat rudal Houthi yang menyasar Mekkah dan Madinah. Kemenhaj menyebut ibadah umrah WNI masih berjalan lancar dan aman.
DPRD Sleman memprioritaskan perbaikan sekolah rusak berat untuk melindungi siswa dan guru melalui anggaran APBD serta dukungan CSR
Kimi Antonelli merebut pole position GP Amerika Serikat 2026 di Austin dengan waktu 1 menit 34,035 detik, mengungguli Max Verstappen dan Isack Hadjar.
Jusuf Kalla di Harvard menyoroti empat tantangan ekonomi Indonesia, mulai dari perang global, bencana alam, korupsi hingga kebijakan anggaran.
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.