9 Persen Warga Gunungkidul Belum Nikmati Air Bersih, Ini Upaya Pemkab
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
Salah satu SPBU non-Pertamina di Kalurahan Jatiayu, Karangmojo. Foto diambil pada Senin (17/6/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah unit usaha Pertashop di Gunungkidul mulai tutup. Sebaliknya, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) non-Pertamina kian justru menjamur.
Salah satu usaha Pertashop yang tutup bisa dilihat di Kalurahan Candirejo, Semin. Tutupnya usaha ini tidak hanya terlihat di kawasan pinggiran karena di perkotaan seperti Wonosari juga ada seperti terlihat di Dusun Bansari, Wonosari.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan usaha jual beli bahan bakar minyak (BBM) tidak lagi didominasi oleh Pertamina. Pasalnya, mulai tahun ini ada pelaku lain, salah satunya oleh Mobil Indostation.
Dia tidak menampik SPBU non-Pertamina jumlahnya semakin banyak. Kemunculan usaha ini terlihat sejak pertengahan 2022. Di awal-awal pendirian, hanya ada enam unit, tetapi kini sudah berkembang dan berada di 18 lokasi di Gunungkidul. Adapun sebarannya mulai dari Kapanewon Wonosari, Semanu, Karangmojo, Semin, Ngawen, Ponjong hingga Gedangsari. “Makin banyak jumlahnya dan kami punya catatatnya di seluruh lokasi Pom milik Indomobil ini,” kata Kelik, Senin (17/7/2023).
BACA JUGA: Pertashop Ingin Jual Pertalite, Ini Tanggapan Menteri ESDM
Disinggung mengenai adanya usaha pertashop yang tutup di Gunungkidul, ia tidak menampik, tapi pemkab tidak ikut campur dalam masalah tersebut. Menurut dia, keberadaan pertashop maupun pom non pertamina disambut baik dengan baik karena memberikan kemudahan akses BBM kepada masyarakat. “Kalau soal ini sudah urusan bisnis. Tetapi yang jelas, ketugasan dari kami adalah menera takaran sehingga tidak ada konsumen yang dirugikan,” katanya.
Salah seorang operator SPBU milik Indomobil di Kapanewon Karangmojo, Reni mengatakan pihaknya hanya menjual BBM Gasoline 92 setara dengan Pertamax milik pertamina. Untuk harga sangat bergantung dengan harga minyak di pasar dunia, tetapi secara akumulasi dijual di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per liternya. “Produk kami dikenalkan dengan sebutan bensin biru. Untuk harga sekarang dijual Rp12.900 per liter,” katanya.
Menurut Reni untuk penjual sudah lumayan dikarenakan dalam sehari bisa menjual antara 50-100 liter bensin biru. “Terkadang juga ada promo dari perusahaan sehingga penjualannya bisa lebih ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
Jaminton Campaz terima ancaman pembunuhan usai Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 2026. Federasi kecam keras dan minta kejaksaan usut tuntas kasus ini.
Character.ai meluncurkan micro-drama interaktif berbasis AI yang memungkinkan penonton mengobrol langsung dengan karakter dalam cerita.
Kompolnas mengajak masyarakat mengawasi penyidikan kasus dugaan korupsi batu bara PLTU agar penegakan hukum berjalan profesional dan transparan.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bakal melakukan kajian untuk pengembangan sports tourism dengan potensi dimiliki.
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.