Nadeo Targetkan Indonesia Akhiri Penantian 30 Tahun Juara ASEAN Cup
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Peresmian Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2023 (IST/BEI)
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan program inkubasi untuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat masuk pasar modal.
"UMKM ini kami coba inkubasi bersama agar membesar, dan ujungnya bisa go public (masuk pasar modal)," kata Kepala BEI DIY Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Jumat (10/11/2023).
Baca Juga: Di Jogja, Tukang Parkir Jadi Investor Pasar Modal loh
Irfan memastikan banyak manfaat yang diperoleh pelaku UMKM apabila bergabung di pasar modal sebab dengan melantai di bursa saham mereka akan mudah mendapatkan alternatif pendanaan dari pasar modal.
"Mereka bisa mendapatkan akses pendanaan dengan go public. Itu lumayan membantu untuk menumbuhkembangkan usahanya," kata dia.
Baca Juga: BEI: Ada Penambahan 9.400 Investor Pasar Modal di DIY
Selain memperoleh alternatif pendanaan yang lebih luas, menurut Irfan, merek produk mereka juga akan lebih terangkat sehingga memperluas akses pasar.
Meski demikian, dia menilai para pelaku UMKM di DIY saat ini mulai terliterasi dan memiliki minat yang tinggi terhadap pasar modal.
Tingginya minat itu, menurut Irfan, dapat dilihat dari banyaknya UMKM yang datang ke BEI DIY untuk menanyakan ihwal tahapan melantai di bursa saham.
"Setelah sosialisasi go public itu kami dibanjiri pertanyaan dan mereka datang ke kantor kami ingin tahu tahapannya seperti apa," ujar dia.
Baca Juga: Investasi Pasar Modal Jogja Capai 153.454 Investor Per Februari 2023
Untuk bisa menawarkan sebagian saham kepada publik di pasar modal, menurut Irfan, UMKM setidaknya harus memiliki legalitas berbentuk perseroan terbatas (PT), serta telah beroperasi minimal satu tahun.
BEI DIY bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY telah menjalin kerja sama dengan empat perguruan tinggi yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, dan STIE YKPN.
Melalui inkubator itu, UMKM atau perusahaan rintisan (startup) binaan empat kampus itu mendapatkan pemahaman mengenai dunia pasar modal serta mengetahui manfaat dan keuntungan melakukan IPO di pasar modal.
Berdasarkan data pengusaha yang terdaftar dalam platform pemasaran digital SiBakul yang difasilitasi Pemda DIY, jumlah UMKM di DIY saat ini mencapai sekitar 341.000. Dari jumlah tersebut, lebih dari 100.000 UMKM menjual produk sektor kuliner.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.