Ekspor DIY Juli 2026 Capai US$50,64 Juta, Surplus Perdagangan US$37,43 Juta
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Ilustrasi gudeg./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut DIY punya potensi yang besar untuk ekspor gudeg dan salak.
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan negara yang potensial untuk ekspor dua komoditas ini adalah Arab. Akan tetapi untuk masih dilakukan penelitian untuk menghasilkan teknik agar salak bisa awet dan segar minimal tiga bulan sampai ke Arab. Penelitian hingga kini masih berlangsung.
Sementara untuk gudeg saat ini masih proses legalitas. Sertifikasinya dari negara tujuan masih harus dilengkapi. Proses pelengkapan syarat-syarat masih berlangsung juga.
"Potensinya sebenarnya besar sekali [gudeg dan salak] untuk ekspor. Khususnya ekspor ke Arab," ucapnya, Jumat (29/12/2023).
Baca Juga
Meski Tak Setinggi Tahun Lalu, Ekspor DIY Melonjak Jelang Akhir 2023
Ada Peluang, Disperindag DIY Optimalkan Ekspor Produk Makanan
Ekspor DIY Melonjak 32,17 Persen di Mei 2023, Ini Penyebabnya
Ia menyebut saat ini belum bisa dipastikan kira-kira kapan ekspor dua komoditas ini bisa dilakukan. Tergantung dari hasil penelitian dan pemenuhan kelengkapan syarat-syarat. "Tergantung hasil penelitiannya kalau salak. Sedangkan gudeg juga tergantung apakah sertifikasinya sudah selesai," lanjutnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pangsa ekspor Oktober 2023 tertinggi adalah Amerika Serikat (AS) sebesar 16,2 juta dolar atau 41,43% dari total ekspor. Disusul Jerman, Australia, Jepang, dan Belanda dengan besaran di bawah 5 juta dolar dan andil di bawah 10%. Pangsa ekspor ke Uni Eropa sebesar 7,7 juta dolar atau 19,69%, dan Asean 1,1 juta dolar atau 2,81%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati menyampaikan komoditas ekspor dilihat dari 10 golongan barang terbesar Oktober 2023 tertinggi masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya pakaian jadi bukan rajutan 13,1 juta dolar atau 33,50 persen.
"Share golongan tiga besar Januari - Oktober 2023 di antaranya pakaian jadi bukan rajutan 139 juta dolar atau 35,98%, perabot, penerangan rumah sebesar 47,6 juta dolar atau 12,32%, dan barang-barang dari kulit sebesar US$42,7 juta dolar atau 11,05%." (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.