Ekspor DIY Tumbuh 8,74 Persen, Pemda Bidik Australia dan China
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Kamis (9/4/2020)./JIBI-Dok. Bank Indonesia
Harianjogja.com, JOGJA— Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI April 2024. Sementara suku bunga Deposit Facility naik 25 basis poin menjadi 5,5%, dan suku bunga Lending Facility naik 25 basis poin menjadi 7%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya risiko global. Serta sebagai langkah preemptive dan forward looking, memastikan inflasi terjaga di 2,5% plus minus 1% di 2024 dan 2025 sejalan dengan stance kebijakan moneter yang pro-stability.
"RDG Bank Indonesia pada 23-24 April 2024 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25%," ucapnya dalam konferensi pers, Rabu (24/4/2024).
Dia menjelaskan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.
Baca Juga
BI Pertahankan Suku Bunga BI-Rate di Level 6 Persen
Resmi! BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%
Suku Bunga Acuan Naik, Pengamat Ekonomi: Tidak Berdampak ke KPR
Kebijakan sistem pembayaran, kata Perry, diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran. Serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran. BI menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.
"BI terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran," jelasnya.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo sebelumnya berharap BI bisa menaikkan suku bunga menjadi 6,25% atau 6,5%. Menurutnya kenaikan 25 basis poin adalah pilihan yang konservatif.
Dia menjelaskan kenaikan suku bunga acuan ini bisa berdampak pada penguatan rupiah. Namun jangka panjang bisa menekan investasi.
"Semacam trade off atau tumbal, untuk menekan ini, tapi dampak negatif di sisi lain, ini biasa kebijakan ekonomi," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.