Luar Biasa! RI Kantongi Pajak Digital dari Google Cs Sebesar Rp23 Triliun Lebih
Hingga 31 Maret 2024, DJP Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp23,04 triliun.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo./JIBI-Dok. Bank Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA—Bank Indonesia (BI) resmi menahan suku bunga acuan (BI rate) di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 20-21 Februari 2024.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengungkap alasan Dewan Gubernur BI mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di level 6 persen pada Februari 2024. ”Rapat Dewan Gubernur [RDG] Bank Indonesia pada 20 dan 21 Februari 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 6 persen,” ujarnya dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (21/2/2024).
Dengan demikian, suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,75%.
Perry mengatakan keputusan mempertahankan BI rate pada level 6% tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada 2024.
Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. "Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit pembiayaan perbankan kepada pelaku usaha dan rumah tangga," jelasnya.
BACA JUGA: REI DIY Berharap BI Rate Bisa Turun Agar Pasar Bergairah
Sebagaimana diketahui, BI terakhir kali menaikkan suku bunga acuan atau BI rate, yaitu pada Oktober 2024 sebesar 25 basis poin. Konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg, Rabu, memperkirakan suku bunga acuan akan tetap berada pada level 6%.
Dari 30 ekonom yang disurvei Bloomberg, semuanya sepakat memproyeksi bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 6%, seminggu setelah Pilpres 2024 untuk mencari sosok yang akan menggantikan Presiden Joko Widodo yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Oktober.
Dengan demikian, BI akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan untuk keempat kalinya pada RDG BI pada 20 dan 21 Februari 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Hingga 31 Maret 2024, DJP Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp23,04 triliun.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.