Inflasi DIY April 2026 Melandai, Ini Penyebabnya
Inflasi DIY April 2026 turun jadi 0,09%. BPS ungkap pemicu kenaikan dan penurunan harga komoditas utama.
SPBU Pertamina. Ilustrasi/Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina (Persero) bersiap memperluas distribusi produk Bahan Bakar Minyak (BBM) barunya Pertamax Green 95 atau campuran Pertamax (RON 92) dengan 5% Etanol. Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi mengatakan tidak masalah jika Pertamina berencana memperluas produk barunya tersebut.
Justru kebijakan ini memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk membeli BBM berkualitas. Akan tetapi Fahmy berpandangan produk baru ini jangan dijadikan pengganti BBM jenis Pertalite. Jika masyarakat dipaksa untuk membeli BBM yang mahal akan berdampak pada inflasi. "Diperluas silahkan, asal bukan mengganti Pertalite," ucapnya, Rabu (29/5/2024).
Fahmy berpandangan masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan Pertalite akan berpikir dua kali untuk membeli Pertamax Green 95. Sehingga meskipun diperluas tidak serta merta membuat masyarakat beralih. Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah konsumen Pertalite dan Solar.
Lebih lanjut dia mengatakan perluasan Pertamax Green 95 memang perlu dimulai. Seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat dan kesadaran masyarakat untuk menggunakan Pertamax Green 95.
"Kalau harga kan dipatok Rp13.500 lebih mahal dari Pertamax," jelasnya.
Baca Juga
Setelah Jakarta & Surabaya, Pertamax Green 95 Bakal Dijual di Jawa Tengah
Pertamax Green 95 Diperluas, Nasib Pertalite di Ujung Tanduk
Hiswana Migas DIY Perkirakan Jualan Pertamax Green 95 Tidak Selaris Pertamax, Ini Sebabnya..
Sebelumnya, Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY menyebut potensi penjualan Pertamax Green 95 tidak akan selaris penjualan Pertamax (RON 92). Salah satu penyebabnya adalah terkait dengan daya beli masyarakat.
Ketua Hiswana Migas DIY, Aryanto Sukoco mengatakan selain daya beli, saat ini belum banyak mobil yang secara spesifikasi disarankan menggunakan BBM dengan RON tersebut. "Tentu potensi penjualannya [Pertamax Green 95] di bawah Pertamax," ucapnya.
Dia mengatakan jualan BBM RON tinggi memang lebih menguntungkan. Di mana margin atau keuntungan penjualan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pasti Pas Good untuk Solar 3,77%, Pertalite margin 3,55%, dan Pertamax 4,75%.
Menanggapi adanya SPBU di Jakarta yang tidak lagi menjual Pertalite menurutnya harus dilihat dari sisi lokasi SPBU. Sebab di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya daya beli masyarakat sudah cukup kuat.
"Mungkin SPBU mulai memilih untuk menjual Pertamax Series saja," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY April 2026 turun jadi 0,09%. BPS ungkap pemicu kenaikan dan penurunan harga komoditas utama.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kantor PJR Prambanan mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Ruang digital DIY dinilai rentan hoaks, radikalisme, dan penipuan online. Literasi digital masyarakat masih tertinggal dari akses teknologi.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.