Menguap Ternyata Membantu Membersihkan dan Mengatur Cairan Otak
Penelitian terbaru mengungkap bahwa menguap membantu mengatur cairan otak, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung pembuangan limbah metabolisme.
Ilustrasi warga di Kalurahan Ngalang, Gedangsari sedang menjemur gabah di pinggir jalan./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan Harga Pokok Penjualan (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat Rp6.000 per kg dan di tingkat penggilingan Rp6.100 per kg. Kemudian harga beras di gudang Bulog Rp11.000 per kg.
Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UMY, Oki Wijaya mengatakan sebelumnya GKP di tingkat petani Rp5.000 per kg, di tingkat penggilingan Rp5.100 per kg, dan harga beras di gudang Bulog adalah Rp9.950 per kg.
Menurutnya, kenaikan ini untuk memberikan margin keuntungan yang wajar bagi petani. "Dirancang dengan mempertimbangkan peningkatan biaya produksi serta kebutuhan," ujar dia, Senin (10/6/2024).
Dia menjelaskan penetapan ini berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) No. 167/2024 tentang Fleksibilitas Harga Pembelian Gabah dan Beras dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah, dengan tujuan meningkatkan pendapatan petani dan menjaga stabilitas harga selama masa panen raya.
Oki menjelaskan, biasanya saat panen raya harga gabah turun karena peningkatan pasokan. Melalui fleksibilitas HPP yang diberikan kepada Bulog untuk membeli gabah pada harga yang lebih tinggi, diharapkan harga gabah dan beras tidak anjlok. "Ini justru membantu memastikan pendapatan petani tetap stabil dan pasokan beras di pasar terjaga," jelasnya.
BACA JUGA: HPP Gabah Terbaru Dinilai Merugikan Petani
Selain itu, penyerapan gabah oleh Bulog untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) juga berkontribusi pada stabilitas harga dan mengurangi ketergantungan pada impor beras.
Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan HPP gabah dan adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga stabilitas harga, dan memastikan ketersediaan beras di pasar.
Menurutnya, gap antara harga gabah dan beras mencerminkan biaya pengolahan yang wajar. Intervensi pemerintah melalui Bulog diharapkan dapat mencegah penurunan harga yang drastis selama masa panen raya. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. "Bagi seluruh rantai pasok padi dan beras di Indonesia," lanjutnya.
Dia menyebut berdasarkan berbagai hasil riset analisis usaha tani padi, biaya produksi padi berkisar antara Rp1.333-Rp 2.333 per kg.
Dengan harga GKP sebesar Rp6.000, margin keuntungan yang diperoleh petani menjadi signifikan, berkisar Rp3.667-Rp4.667 per kg.
Harga beras di gudang Bulog Rp11.000 per kg masih memberikan ruang untuk margin keuntungan yang wajar bagi penggilingan.
Hal ini mengingat biaya pengolahan gabah menjadi beras, termasuk penggilingan, transportasi, dan penyimpanan, berkisar Rp800 hingga Rp1.800 per kg. "Perbedaan harga antara gabah dan beras mencerminkan biaya pengolahan dan distribusi yang wajar.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa menguap membantu mengatur cairan otak, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung pembuangan limbah metabolisme.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.