Libur Kenaikan Yesus Kristus, 45.622 Penumpang Gunakan KA di Daop 6
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut komoditas beras masih berpotensi jadi komoditas penyumbang inflasi DIY sampai ada panen raya. Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan saat ini memang ada panen tapi di sawah yang beririgasi teknis dan jumlahnya sedikit, karena itu harga beras pun berpotensi fluktuatif.
Untuk menjaga harga beras tetap stabil, menurutnya Disperindag DIY sudah mengajukan tambahan anggaran perubahan. Guna memperbanyak operasi pasar dan pasar murah melalui dana insentif daerah.
"Masih dibahas ya, kami usulnya tambahan Rp700 juta, target 296.355 kg atau hampir 300 ton," jelasnya.
Ia menjelaskan operasi pasar dilakukan di enam pasar pantauan dan pasar murah digelar sebanyak 15 kali. Di kecamatan yang masuk kategori miskin, bahan pokok yang disediakan mencapai 13 ton setiap kegiatan pasar murah.
BACA JUGA: Hujan Mulai Turun, BPBD DIY Belum Cabut Status Siaga Darurat Kekeringan
Lebih lanjut dia mengatakan, pasokan beras DIY juga berasal dari daerah lain. Seperti Purworejo, Klaten, dan Sukoharjo. "Iya betul [beras berpotensi jadi komoditas penyumbang inflasi] karena belum memasuki masa panen," katanya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyebut ada kemungkinan beras masih akan menjadi komoditas penyumbang inflasi sampai ada panen raya. Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan secara musiman biasanya saat kemarau harga gabah cenderung naik, sehingga turut mengerek kenaikan harga beras.
Akan tetapi menurutnya jika banyak pasokan dari daerah lain, sehingga kebutuhan tercukupi, maka harganya bisa relatif stabil.
"Ada kemungkinan seperti itu ketika jumlah panenan gak sebesar atau belum mencukupi kebutuhan yang ada," kata Herum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.