IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Ilustrasi pinjol atau pinjaman oline. - Foto dibuat oleh AI/Stokcake
Harianjogja.com, JAKARTA—Pinjaman macet di fintech P2P lending alias pinjaman online (pinjol) oleh badan usaha naik signifikan pada kuartal I/2025.
BACA JUGA: Puluhan Perusahaan Pinjol Punya Risiko Kredit Macet
Berdasarkan statistik OJK, oustanding pinjaman macet lebih dari 90 hari dari peminjam badan usaha tercatat sebesar Rp849,24 miliar, tumbuh 85,9% year on year (YoY) dibanding Rp456,91 miliar per Maret 2024.
Sementara itu, penerima pinjaman aktif yang macet mencapai 404.192 badan usaha dibanding dalam kuartal I/2024 yang hanya 478 entitas badan usaha.
Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai ada faktor kondisi ekonomi yang membuat peminjam segmen badan usaha kesulitan untuk mengembalikan pinjaman yang mereka dapat.
"Itu bisa dua makna, satu pinjaman produktif dan kualitas [jumlah] borrower meningkat. Tapi, ada kesulitan keuangan pada borrower sebagai indikasi ekonomi Indonesia tidak baik-baik saja," kata Heru, Selasa (24/6/2025).
Saat ini industri P2P lending memang sedang didorong untuk memprioritaskan pinjaman produktif. Targetnya, pinjaman produktif dapat mencapai 50-70% dari total pembiayaan pada 2028.
Sementara realisasinya, porsi P2P lending di sektor produktif dan/atau UMKM per April 2025 mencapai 35,38% atau mencapai Rp28,63 triliun dari total pinjaman industri yang tersalurkan.
Heru mengatakan meskipun ada mandat tersebut, perusahaan P2P lending harus tetap memastikan kapasitas peminjam badan usaha mampu untuk mengembalikan pinjaman.
"Memang pinjaman produktif harus didorong dan tetap dipastikan borrower bisa mengembalikan pinjaman. Meski ada juga risiko jika pemberian pinjaman itu untuk lingkup circle mereka sendiri dan ada ordal [orang dalam]," ujarnya.
Heru menegaskan, lonjakan jumlah entitas badan usaha penerima pinjaman P2P lending memang mengindikasikan hal positif di mana semakin banyak pelaku usaha yang mendapat pembiayaan P2P lending.
"Tapi harus dipastikan itu produktif dan peminjam juga sehat. Sebab, banyak terjadi juga karena badan usaha yang meminjam itu mau bangkrut, tak ada uang bayar gaji, jadi minjam pindar [P2P lending]," pungkasnya.
Berdasarkan statistik OJK, pinjaman macet industri P2P lending lebih dari 90 hari dalam kuartal I/2025 mencapai Rp1,65 triliun. Secara agregat, angka ini memang mengalami penurunan 9,6% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dari jumlah peminjam, jumlah rekening penerima pinjaman aktif yang memiliki pinjaman macet dalam periode ini tumbuh 51% YoY menjadi 789.883.
Bila data itu dibedah, pinjaman macet lebih dari 90 hari untuk kategori peminjam perseorangan mencapai Rp803,88 miliar, terpangkas signifikan sebesar 41,4% YoY. Jumlah rekening penerima pinjaman aktif dari peminjam perseorangan yang memiliki kredit macet juga turun 26,2% YoY menjadi 385.691.
Sisanya, pinjaman macet dari entitas badan usaha mencapai Rp849,24 miliar, tumbuh 85,9% YoY dibanding periode yang sama pada 2024. Jumlah rekening penerima pinjaman aktif badan usaha yang mengalami pinjaman macet melejit 84.459% YoY dari 478 menjadi 404.192 badan usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san