New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Ilustrasi rupiah. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Mata uang rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin (14/7/2025) ke level Rp16.250 per dolar AS. Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia lainnya juga melemah di hadapan dolar AS.
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan di Bantul Menurun Drastis
Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,20% ke Rp16.250 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,03% ke 97,88.
Mayoritas mata uang Asia lainnya ditutup beragam, dengan yen Jepang naik 0,06%, dolar Singapura turun 0,04%, dolar Taiwan melemah 0,30%, dan won Korea melemah 0,28%.
Lalu peso Filipina melemah 0,32%, rupee India turun 0,22%, yuan China menguat 0,02%, ringgit Malaysia melemah 0,11%, dan baht Thailand menguat 0,18%.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen datang dari pengumuman tarif Trump pekan lalu, yang bakal berlaku efektif mulai 1 Agustus. Hal ini dinilai bakal memberikan waktu yang terbatas bagi negara-negara ekonomi utama untuk menemukan kesepakatan dengan AS.
Selain itu, Trump juga dinilai memberikan sinyal bahwa ia tidak akan memperpanjang waktu melebihi 1 Agustus 2025. Terlebih lagi, tarif AS telah memberikan bea masuk sebesar 25% untuk Jepang dan Korea Selatan, dan tarif 50% untuk Brasil.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia telah melaporkan jumlah utang luar negeri Indonesia pada Mei 2025 naik menjadi US$4,05 miliar atau sekitar Rp66 triliun, menjadi sekitar Rp7.100,28 triliun dengan asumsi kurs JISDOR BI Rp16.300 per dolar AS.
"Utang luar negeri tersebut mencatatkan kenaikan dalam dolar AS, tetapi jumlahnya justru menurun jika dikonversi menjadi rupiah," katanya dalam keterangan resmi, Senin (14/7/2025).
Posisi utang luar negeri juga tumbuh 6,8% year on year (YoY), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada April 2025 sebesar 8,2%.
Hal itu dinilai disebabkan oleh perlambatan utang luar negeri di sektor publik dan kontraksi pertumbuhan utang luar negeri swasta.
"Secara umum struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," tambahnya.
Perkembangan utang luar negeri disebut dipengaruhi oleh pembayaran jatuh tempo Surat Berharga Negara (SBN) internasional, di tengah aliran masuk modal asing pada SBN domestik.
Hal ini seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor global terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.