Napoli Tumbang di Kandang, Tiket Liga Champions Terancam
Napoli kalah 2-3 dari Bologna pada giornata 36 Serie A dan kini mendapat tekanan besar dalam perebutan tiket Liga Champions.
Peternakan ayam broiler. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Arab Saudi larang impor unggas Indonesia bersama 39 negara lainnya. Kebijakan ini diumumkan otoritas pangan setempat sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran wabah penyakit hewan berbahaya di tingkat global.
Otoritas Pangan dan Obat Arab Saudi atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA) menetapkan penghentian total impor produk unggas dan telur dari 40 negara. Indonesia masuk dalam daftar tersebut sebagai bagian dari kebijakan perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah kerajaan.
Mengutip laporan Saudi Gazette pada Rabu (25/2/2026), kebijakan ini berkaitan dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap wabah flu burung patogenik tinggi atau Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) serta penyakit Newcastle. Kedua penyakit tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan pangan sekaligus berdampak pada kesehatan manusia.
SFDA menyebut kebijakan ini merupakan hasil evaluasi dan pembaruan rutin berdasarkan laporan internasional terkait persebaran penyakit hewan di berbagai negara. Selain pelarangan total terhadap 40 negara, Arab Saudi juga menerapkan pembatasan parsial pada wilayah tertentu di 16 negara lainnya.
Daftar 40 Negara Kena Larangan Total
Berikut negara yang dilarang mengekspor unggas dan telur ke Arab Saudi:
Afghanistan, Azerbaijan, Jerman, Indonesia, Iran, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Bangladesh, Taiwan, Djibouti, Afrika Selatan, China, Irak, Ghana, Palestina, Vietnam, Kamboja, Kazakhstan, Kamerun, Korea Selatan, Korea Utara, Laos, Libya, Myanmar, Inggris Raya, Mesir, Meksiko, Mongolia, Nepal, Niger, Nigeria, India, Hong Kong, Jepang, Burkina Faso, Sudan, Serbia, Slovenia, Pantai Gading, dan Montenegro.
Pembatasan Parsial di 16 Negara
Larangan terbatas juga diberlakukan di sejumlah wilayah tertentu, antara lain:
Produk Olahan Panas Masih Diizinkan
Meski menerapkan kebijakan ketat, SFDA tetap membuka celah bagi produk turunan unggas yang telah melalui proses pemanasan (heat-treatment). Produk tersebut masih dapat masuk pasar domestik Arab Saudi selama terbukti mampu mematikan virus HPAI dan penyakit Newcastle.
Namun, eksportir wajib memenuhi syarat administratif ketat, termasuk sertifikat kesehatan resmi dari negara asal serta produksi di fasilitas yang telah mendapat persetujuan pemerintah Arab Saudi. Setiap pengiriman juga akan menjalani inspeksi berlapis di pintu masuk perdagangan.
Sebagai negara dengan populasi sekitar 36 juta jiwa dan ketergantungan tinggi terhadap impor pangan, kebijakan ini diperkirakan memengaruhi arus perdagangan global produk unggas dan telur. SFDA menegaskan daftar larangan bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi secara berkala seusai pemantauan perkembangan status kesehatan hewan dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Napoli kalah 2-3 dari Bologna pada giornata 36 Serie A dan kini mendapat tekanan besar dalam perebutan tiket Liga Champions.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan